Breaking News:

Ambon Hari Ini

Soal Live Music Wajib Bayar Royalti, ini Tanggapan Pengelola Cafe di Kota Musik Dunia

Beragam tanggapan pun datang dari sejumlah pemilik cafe di kota yang didaulat sebagai City Of Music ini.

TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Baileo Cafe, di kawasan Poka 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan atau Musik. 

Dalam PP tersebut telah diatur tentang perlindungan karya musik orang lain. Alhasil, pemilik sejumlah tempat usaha yang menampilkan live music, diharuskan membayar royalty.

Beragam tanggapan pun datang dari sejumlah pemilik cafe di kota yang didaulat sebagai City Of Music ini.

"Rancuh, tidak ada klasifikasi yang tepat, tentunya akan menyusahkan pengelola usaha yang menyajikan musik seperti saya," ujar Setiawan Samad saat ditemui di Baileo Cafe, Poka Pemda 1, Kelurahan Tihu, Kota Ambon, Rabu (7/4/2021) sore.

Menurutnya, peraturan seperti itu, secara tidak langsung akan perlahan mematikan Cafe hingga kedai kecil yang menyajikan musik di dalamnya.

Ditambah lagi, gelar Ambon sebagai kota musik akan terkurung dalam peraturan tersebut.

Ia mengatakan, pemutaran musik di cafe cafe hanya sebatas hiburan kepada pelanggan.

"Bukankah kalau menyetel lagu penyanyi nasional atau siapapun itu, malah akan membantu mempromosikan mereka?," Kata dia.

Ia menilai, peraturan ini dibuat justru menguatkan label-label musik yang sudah terkenal, tapi malah melemahkan musisi lokal di Kota Ambon.

Halaman
12
Penulis: Ode Dedy Lion Aziz
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved