Breaking News:

Ambon Hari Ini

Kembali Unjuk Rasa, Korban Kebakaran Ongkoliong Sebut Bantuan Pemkot Gila

Warga Ongkoliong, Batu Merah, Kota Ambon, kembali melakukan protes dengan berorasi di depan Balai Kota Ambon, Kamis (8/4/2021).

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Tanita Pattiasina
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan korban kebakaran Ongkoliong tengah berunjuk rasa di Balai Kota Ambon, Kamis (8/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Warga Ongkoliong, Batu Merah, Kota Ambon, kembali melakukan protes dengan berorasi di depan Balai Kota Ambon, Kamis (8/4/2021).

Kali ini, mereka datang bersama Himpunan mahasiswa Islam (HMI).

Koordinator Lapangan, Waais Alkarni saat berorasi menyebutkan bantuan yang diberikan oleh pemkot tidak masuk akal.

Pasalnya, jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan realita yang dibutuhkan.

"Saya bilang ini program gila-gila," ungkap Waais.

Baca juga: Jaksa Kantongi Calon Tersangka Korupsi Seragam Linmas Satpol PP Buru Selatan

Baca juga: Mantan Kadis Perhubungan Diperiksa Soal Kasus MTQ Buru, Penggunaan Dana Rp. 16 Miliar Ditanyakan

Dia menjelaskan, ada dua program yang dijanjikan kepada korban kebakaran ongkoliong.

"Yang pertama tukar guling, hanya yang punya sertifikat saja yang bisa dapat program tukar guling. Kita dapat tanah sesuai ukuran lahan. Masalah bangunan masyarakat sudah bangun terus datang bikin penawaran," kata Waais.

Lanjutnya, yang kedua bantuan Rp 20 juta untuk pembangunan rumah di lahan kosong yang sudah dijanjikan Pemkot di Air Besar, Kecamatan Sirimau.

"Program stimulan swadaya, kita diberikan jaminan lahan 6x10 di aAirbes, stimulan Rp 20 juta, tapi Rp 17 juta bahan bangunan Rp 2,5 juta untuk tukang bangunan," tambah Waais.

Menurutnya jumlah yang diberikan oleh Pemkot tidak sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

"Masa bangun rumah kasih ke tukang cuma Rp 2,5 juta, bahkan bangun kandang ayam pun jumlah nya tidak segitu," tegus Waais.

Lanjutnya, program yang itu disampaikan oleh kepala dinas perumahan rakyat dan pemukiman kota ambon bersama dengan asisten 1 pemerintah pada tanggal 2 April 2021 lalu.

Aksi unjuk rasa telah dimulai sekitar pukul 10.45 WIT dan hingga saat ini belum ada pemerintah kota yang turun menemui pendemo. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved