Breaking News:

WNA Palsukan Identitas

Ditahan Polisi, Imigrasi Ambon Sebut WNA Asal Belanda Tidak Perpanjang Visa

(WNA) asal Belanda, George David yang tengah ditahan aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Ambon dan Pulau-Pulau Lease atas dugaan pemalsuan identi

TribunAmbon.com/Fandi
AMBON: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Armand Armada Yoga Surya saat menunjukan data penyintasan WNA asal Belanda, George David, Selasa (6/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Warga negara asing (WNA) asal Belanda, George David yang tengah ditahan aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Ambon dan Pulau-Pulau Lease atas dugaan pemalsuan identitas diketahui tidak pernah memperpanjang visa di Kantor Keimigrasian.

“Sejauh dia belum pernah mengajukan pengajuan visa,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Armand Armada Yoga Surya, Selasa (6/4/2021) siang.

Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan George David menyalahi aturan keimigrasian atau tidak.

Pasalnya, Imigrasi Ambon belum mengetahui izin keimigrasian apa yang dimiliki David.

“Kita belum tau dia pemegang izin apa. Kita hanya tau data penyintasan dia di Indonesia,” ujarnya.

Namun, berdasarkan keterangan kepolisian, David diduga melakukan pemalsuan identitas sehingga besar kemungkinan dia pun telah melanggar aturan keimigrasian.

Baca juga: Ditahan Polisi, Imigrasi Ambon Sebut WNA Asal Belanda Tidak Perpanjang Visa

“Over stay, melanggar undang-undang keimigrasian, namun kita juga harus mendalami terlebih dahulu. Namun sesuai keterangan polisi, artinya dia melakukan pelanggaran,” ungkapnya.

Lanjutnya dijelaskan, keimigrasian baru akan mengambil tindakan setelah proses hukum telah selesai ditangan kepolisian hingga pengadilan nantinya.

“Jika persoalan sudah selesai, baru kita akan ambil tindakan, berupa deportasi,” jelasnya.
Dari data imigrasi, diketahui David telah masuk Indonesia sejak tahun 2013 dan hingga kini belum pernah melakukan perpanjangan visa di Kantor Keimigrasian.

Menyikapi persoalan melebihi izin masa tinggal atau overstay, pihaknya lebih banyak menunggu laporan masyarakat mengingat keterbatasan petugas hingga kondisi wilayah Maluku yang didominasi laut. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved