Ambon Hari Ini
Komnas KIPI Sebut Danki Brimob Polda Maluku Meninggal Bukan karena Vaksinasi
Pihaknya bersama Komda KIPI akan melakukan audit terkait kasus Komandan Kompi Batalion A Brimob Polda Maluku Iptu LT itu.
TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Safari mengatakan, dugaan sementara Komandan Brimob Polda Maluku Iptu LT meninggal dunia bukan karena efek dari vaksinasi Covid-19.
"Kuat dugaan sebab meninggal bukan akibat vaksinasi," ujar Hindra saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/4/2021).
Lanjutnya, pihaknya bersama Komda KIPI akan melakukan audit terkait kasus Komandan Kompi Batalion A Brimob Polda Maluku Iptu LT yang meninggal dunia setelah disuntik vaksin Covid-19.
"Komnas akan audit bersama Komda sore ini," katanya.
Hindra mengatakan, hingga saat ini belum ada bukti untuk menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia.
Baca juga: Perwira Brimob Jadi Korban Ke-111 Corona Maluku, Sempat Sakit Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca
Baca juga: Adonia Rerung Bantah Meninggalnya Anggota Brimob di Ambon Akibat Disuntik Vaksin AstraZeneca
Baca juga: Brimob di Ambon Meninggal Usai Divaksin, Roem Ohoirat: Belum Dapat Dipastikan Itu Penyebabnya
Sebab, kata dia, vaksinasi adalah salah satu upaya memutus penularan Covid-19 masih membutuhkan dalam waktu yang panjang.
"Karena kalau kita menghentikan, padahal virus masih menewaskan masyarakat setiap hari sampai saat ini, maka dalam perang melawan virus ini, kita masih perlu waktu lebih panjang lagi untuk memenangkannya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, almarhum meninggal setelah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Minggu (4/4/2021).
Almarhum meninggal setelah mengikuti vaksinasi massal di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Selasa (30/3/2021) pagi.
Almarhum sempat mengeluhkan badannya meriang, mulutnya terasa pahit, termasuk dada dan bagian lututnya juga sakit usai divaksin hingga tak bisa berjalan.
Namun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh memastikan, Danki 4 Yon A Pelopor tersebut meninggal karena terpapar Covid-19.
"Menurut laporan, yang bersangkutan terkonfirmasi Covid19," kata Meikyal melalui telepon, Minggu (4/4/2021).
Selain itu, dia menyebut almarhum meninggal bukan akibat mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) melainkan sakit hipertensi.
“Yang bersangkutan meninggal bukan karena adanya KIPI. Namun karena memiliki riwayat penyakit hipertensi tak terkontrol,” ujar dia.
Dia menjelaskan, hipertensi trak terkontrol menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan hingga resiko kematian. (*)