Breaking News:

Ambon Hari Ini

Awalnya Hanya Kontrak, Pengusaha Tahu di Ambon Berhasil Beli Bekas Kontrakannya Seharga Rp 450 Juta

Harga tahu dan tempe tak seberapa. Namun, makanan yang sudah menyatu dengan kuliner Indonesia itu mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dedy Azis
Pemilik UD. Mardika, Sukadi (67) di Pasar Mardika, Kota Ambon, Selasa (23/3/2021). 

Laporan Wartawan, TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM –  Harga tahu dan tempe tak seberapa. Namun, makanan yang sudah menyatu dengan kuliner Indonesia itu mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Pasalnya tahu dan tempe dikonsumsi oleh berbagai golongan masyarakat karena merupakan sumber protein nabati yang baik dan juga harganya yang terjangkau.

Sukadi (67) adalah orang yang berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya dengan mengembangkan bisnis tahu tempenya, di Lorong pabrik tahu kawasan Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau, Ambon.

Saat ditemui, Sukadi hanya menggunakan kemeja putih lengan pendek dengan celana panjang berwarna coklat.

Tak ada yang menyangka, pria tanpa Ijazah itu dapat membangun kerajaan bisnisnya sendiri yang menjadi pabrik tahu dan tempe tertua di Kota Ambon.

Sukadi telah membangun pabriknya itu 32 tahun lalu, tepat setelah tiga tahun dia sampai di kota berjuluk manise ini.

“Saya datang ke Ambon sejak tahun 1986, waktu saya datang ke Ambon dan saya tidak punya latarbelakang pendidikan apapun,” ujar ayah tiga anak itu, Selasa (23/3/2021) siang.

Baca juga: Pengrajin Tahu dan Tempe Ini Berhasil Antarkan Dua Anaknya Jadi Polisi

Baca juga: Harga Kedelai Mahal di Masohi, Ukuran Tahu-Tempe Diperkecil

Awalnya, dia hanya mengontrak pabriknya yang diberi nama UD. Mardika itu dengan harga sejuta.

Dia pun membuka usaha hingga sepuluh tahun lamanya, sebelum pabriknya sempat berhenti karena konflik 1999 di Ambon.

Halaman
12
Penulis: Ode Dedy Lion Aziz
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved