Selasa, 14 April 2026

Maluku Terkini

Berawal dari Nonton TV, Kini Pemuda Maluku Bikin Cajon Sendiri Versi Lokal

Brill yang juga musisi lokal ini, menyukai alat musik pukul seperti drum sejak berada di bangku sekolah menengah atas.

Tanita Pattiasina
Zhamar Percussion menunjukan produk cajon hasil buatan tangan mereka di Perumahan Pengungsian Batu Gajah, Kota Ambon, Sabtu (13/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Berawal dari menonton salah satu acara musik di televisi, Brill Marpay terinspirasi untuk membuat cajon sendiri.

Pemuda asal Maluku ini penasaraan apakah dirinya bisa membuat cajon dengan mudah saat pertama kali melihat alat musik berbahan kayu di acara musik pada tahun 2013 lalu.

Awalnya, Pria kelahiran 1994 itu membuat cajon menggunakan kayu yang biasa dipakai sebagai alas tempat tidurnya.

“Dulu masih belum pakai hp yang seperti sekarang, jadi tidak cari di internet cara buat cajon. Akhirnya pakai kayu yang biasa dipakai sebagai alas tempat tidur dan itupun cuma liat aja di televisi modelnya seperti apa,” kata pria lulusan Universitas Pattimura Ambon itu.

Walaupun cajon pertamanya itu keras dan belum sesuai standar alat musik cajon, namun sering dipakai untuk kegiatan gereja maupun kampusnya.

Dia mengatakan, sering mendapat masukan dari orang sekitarnya mengenai pembuatan alat musik yang berasal dari Peru, Amerika Selatan itu.

Baca juga: Dalam Tahap Penyidikan, Jaksa Terus Periksa Saksi Kasus Korupsi Dana Desa Haria

Baca juga: BMKG Mencatat Maluku Diguncang 392 Gempa Tiga Bulan Terakhir

“Setelah menerima banyak masukan dan saya juga mulai cari-cari di internet, tahun 2015 saya mulai berani jualan cajon,” lanjut Brill.

Dia menjelaskan bahan yang digunakan seperti kayu dan papan triplek berasal Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

“Kami mementingkan kualitas, jadi misalkan kayu dan triplek dari Namlea. Jenis tripleknya meranti, tebalnya sekitar 4 mm di bagian tapa, kalau pakai yang terlalu tebal tidak enak pas di pukul terus yang biasa dipakai itu 3 mm tapi terlalu tipis dan suara yang dihasilkan kurang bagus,” ujar dia.

Sedangkan, untuk badan cajon ketebalannya tripleksnya ada yang 9 mm dan 12 mm.

Brill yang juga musisi lokal ini, menyukai alat musik pukul seperti drum sejak berada di bangku sekolah menengah atas.

Dia mengakui penyuka alat musik pukul ini masih tergolong sedikit di Kota Ambon namun dia akan terus memperkenalkan cajon kepada masyarakat luas.

“Kalau di Maluku masih sedikit yang tahu, kebanyakan cuma di gereja atau memang yang tahu musik dan suka musik aja yang tahu cajon,” ujar dia.

Brill menjelaskan selama lima tahun dia bekerja sendiri, namun karena konsumen meningkat dia mulai bekerja sama dengan dua rekannya yang lain yakni Frangky Parinding dan Christian Lempoy.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved