Breaking News:

Kasus Korupsi

Sudah Dua Tahun, Uang Nasabah Korban Kasus BNI di Ambon Rp. 124 Miliar Belum Dikembalikan

BNI tidak boleh cuci tangan atau menunggu para narapidana yang nantinya mengganti uang nasabah.

kompas.com Rahmat Rahman Patty
Bank BNI Ambon 

Johny mengaku memiliki deposito sejumlah Rp 9 miliar. Namun saat hendak mencairkannya, uang tersebut tidak tercatat dalam sistem.

“Saat itu saya bertemu kepala costumer servicenya, saat dicek di sistem katanya ada masalah dengan uang saya,” katanya.

Uang yang disimpan Pajar Madia juga raib.

Dari tabungannya senilai Rp. 10 miliar hanya tersisa Rp. 5 juta.

“Saya mau print rekening koran tapi dibilang jumlahnya tidak sesuai, kurang dari Rp 5 juta,”ungkap Pajar.

Keduanya mengaku pihak bank pernah berjanji mengembalikan dana yang hilang tersebut.

Hal itu membuat lima dari 32 korban kasus pembobolan dana nasabah pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ambon.

Gugatan perdata itu mencakup tuntutan pengembalian dana yang dibobol oleh mantan Pegawai BNI Ambon yakni Faradiba cs.

Sementara itu 27 orang lainnya tidak mengajukan gugatan dengan harapan pihak BNI mengembalikan dana mereka tanpa perpanjangan hukum.

“Kami berharap pihak BNI bertanggung jawab dan mengembalikan mengembalikan dana-dana kami yang hilang,” kata Pajar Madia, salah seorang korban.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved