Breaking News:

Sidang Sinode GPM ke 38

Jadi Sejarah, 3 Sosok Perempuan Hadir dalam Kepemimpinan MPH Sinode GPM 2020-2025

Keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen itu merupakan pencapaian baru dalam kepemimpinan MPH GPM sejak tahun 1935.

Dokumentasi Lusi Peilouw
Aktivis Perempuan sekaligus warga gereja, Lusi Peilouw menyambut gembira hadirnya tiga sosok perempuan gereja dalam kepemimpinan MPH Sinode GPM Periode 2020-2025. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kehadiran tiga sosok perempuan di jajaran kepemimpinan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Periode 2020-2021 disambut gembira.

Hal ini disampaikan Aktivis Perempuan sekaligus warga gereja, Lusi Peilouw.

Dia mengatakan, keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen itu merupakan pencapaian baru dalam kepemimpinan MPH GPM sejak tahun 1935.

“Kami menyambut dengan gembira dan penuh ucapan syukur dengan hasil pemilihan Sinode GPM Periode 2020-2025. GPM baru saja mencatat sejarah baru dengan masuknya tiga sosok perempuan ke dalam MPH. Ini sebuah kemajuan karena baru pertama kali dari sembilan MPH ada tiga perempuan. Artinya, kita mencapai 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan GPM untuk 5 tahun ke depan,” ucap Peilouw kepada TribunAmbon.com saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, hasil yang menggembirakan itu dicatat dari perjuangan perempuan gereja yang tergabung dalam Perempuan Berpendidikan Teologi (Peruati).

Kata dia, konsolidasi yang dibangun Peruati dari proses pra sidang hingga di menit-menit pemilihan berlangsung patut dijadikan sebuah percontohan.

“Mereka mengkonsolidasikan diri mulai dari masa-masa pra sidang sampai pada menit-menit pemilihan berlangsung. Mengkonsolidasikan diri pada tahapan pemilihan wakil ketua 1; itu dikonsolidasikan agar suara perempuan itu bulat untuk mengusung satu bakal calon. Dan memang terjadi satu bakal calon muncul dan sampai pada pemilihan calon, suara terbanyak diperoleh oleh Ibu Pendeta Lenny,” sambungnya.

Baca juga: Sidang 38 Sinode GPM Catat Sejarah, Pilih Perempuan Jadi Wakil Ketua MPH Sejak Tahun 1935

Baca juga: Siapa Pendeta Eli Maspaitella; Ketua Sinode GPM Maluku di Era Virtual dan Pandemi

Kata dia, untuk menduduki posisi-posisi publik, dukungan antar sesama perempuan itu perlu.

Hal itu telah dilakukan perempuan gereja terutama Peruati.

Untuk itu lanjut dia, langkah seperti itu perlu dipertahankan dan dijaga kedepannya.

“Kami berkomitmen untuk berada di belakang mereka sebagai support system . saya yakin teman-teman Peruati pun berkomitmen untuk itu, dan kami sebagai aktivis pun terutama yang Kristen,” pungkasnya.

Adapun tiga sosok perempuan yang berjejer bersama dengan tujuh kepemimpinan MPH Sinode GPM Periode 2020 – 2021 itu adalah Pendeta Ny Lenny Bakarbessy Rangkoratat, Pdt Ny Nancy Souissa dan Pdt Ny Betty Sahertian. (*)

Penulis: Adjeng Hatalea
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved