Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Kisah Dibalik Penyerahan Diri EN, Pelaku Utama Pembunuhan Mahasiswa Unpatti ke Raja Wakal dan Polisi

Bagalmana cerita dan siapa dibalik penyerahan diri EeN, tersangka utama kasus pengeroyokan berujung kematian Husin Suat atau Sein Ratuanik?

dok_IG/sein_ratuanik
SEIN RATUANIK _ Mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon, yang tewas terbunuh usai penganiayaan di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) lalu. Polisi sudah menetapkan 6 tersangka di kasus ini, termasuk EN (31 tahun) pelaku utama yang buron empat hari. 

Aparat TNI berpakain dinas teritorial dari koramil juga siaga di TKP.

Sekitar pukul 12.00 WIT, upaya awal pemyerahan diri EN dimulai.

Konon atas desakan kerabat, pemuda kampung sekitar Poka dan Batukoneng, mencoba mencari persembunyian EN.

Upaya warga ini beralasan. Pasalnya, EN bukan warga Kota Ambon.

Di Poka, Waiguruguru, Batukoneng dan kawasan sekitar Jembatan LIPI hanya "area gaul" kelompok EN.

SCREENSHOOT - Potongan video screenshoot dari insiden penyerangan tiga rumah warga Weiguruguru Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (13/2/2021) pukul 20/30 Wit malam. Diduga penyerangan ini sebagai imbas dan reaksi atas meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik, mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti, di Jembatan Merah Putih, Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari lalu.
SCREENSHOOT - Potongan video screenshoot dari insiden penyerangan tiga rumah warga Weiguruguru Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (13/2/2021) pukul 20/30 Wit malam. Diduga penyerangan ini sebagai imbas dan reaksi atas meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik, mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti, di Jembatan Merah Putih, Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari lalu. (Tribun Ambon/Fandi Wattimena)

Baca juga: 3 Rumah yang Diserang di Batukoneng-Poka Tak Jauh dari Lokasi Perkelahian Sein

EN sendiri tercatat sebagai warga dengan KTP Negeri Wakal.

Meski Wakal berada di Pulau Jazirah barat Ambon, namun secara administratif masuk wilayah Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Ibu kota kabupatennya ada di Masohi, Seram, Pulau induk di Provinsi Maluku.

Setelah berdialog, pihak keluarga EN menyerahkan diri ke otoritas adat Negeri Wakal.

Adalah Tetua Negeri Wakal, Ahaja Sunet, dan tokoh masyarakat Wakal-lah yang kemudian memfasilitasi EN datang ke Mapolresta Ambon, di kawasan Silale, dekat pelabuhan Ambon.

Seperti tetua negeri di Maluku lainnya, Ahaja Sunet terbilang punya akses lamgsung ke elite Polisi level provinsi, kota/ kabupaten dan kecamatan.

Kebetulan dua pekan sebelum kejadian, 25 Januari 202, Raja Negeri Wakal, menemui Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Refdi Andri.
Didampingi Sanirinya,Dade Mahu, mereka membicarakan solusi

Sengketa kasus tapal batas negeri dan pengeroyokan yang terjadi di Negeri Wakal, akhir tahun 2021 lalu.

Hadir dalam pertemuan itu, Direktur Intelkam dan Direktur Binmas Polda Maluku, Kapoltesta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kapolsek Leihitu dan Kapolsek Teluk Ambon.

Sederet fakta non-teknis ini juga yang membuat pihak kelurga almarhum Husin terus menekan.

Mereka menduga EN adalah jaringan kelompok kriminalis jalanan di kawasan JMP, dan ruas jalan protokol di jazirah Ambon.
"informasi , anak ini selalu begitu, biasa mengejar orang, gertak orang bahkan menjambret, ” ujar perwakilan mahasiswa Banda Ely-Elat yang juga saudara korban, Pati Suat,

Kini, Para tersangka disangkakan dengan pasal pembunuhan dan atau kekerasan bersama terhadap orang dan atau penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa orang juncto turut serta membantu perbuatan yang dapat dihukum sebagaimana diatur Pasal 338 KHUP dan atau Pasal 170 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP Junto Pasal 56 ayat (1) KUHP.

Ancaman hukuman para tersangka adalah penjara 8 bahkan hingga 15 tahun penjara. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved