Tuntas 10 Bulan Dinas Sebagai Kapolda Maluku, Ini Kesan Irjen Baharuddin Djafar untuk Warga Maluku
‘’Orang Maluku ini, hormat kepada ibunya sangat tinggi, maka jika ingin mendekati anak-anaknya, dekati ibu-ibunya,’’ kataIrjen Baharuddin Djafar
Meski begitu dia melihat, masih ada sekat, dan memang butuh waktu agar sekat yang ada bisa diurai secara perlahan.
‘’Jangan memandang dari sisi negatif saja, apriori, padahal ini kekuatan ini, hal-hal ini yang akan saya sampaikan kepada Bapak Kapolda yang baru, ‘’jelasnya.
Terkait paradigma kepolisian ada perubahan nyata dalam tubuh Polda selama ia pimpin.
‘’ Terbukti RMS yang masuk ke Polda tidak ada satu pun polisi yang memukul juga unjuk rasa Omnimbus Law mahasiswa yang ditangkap tidak ada yang dipukul polisi,’’katanya.
Baca juga: Nama Institusi Tercoreng, Kapolda Maluku Minta Kapolres SBT Polisikan Kader Golkar Maluku
Dia berharap polisi bisa menjadi pelindung, pengayom dan pelayan.
‘’Waktu saya pertama kali datang, berbicara depan Muspida, sebelum Covid, di bulan Februari saya katakan, saya bertugas di negeri para raja maka saya mau jadi hamba sahaya," katanya.
"Semoga masyarakat melihat saya sudah berusaha semampu saya, saya yakin masih banyak harapan masyarakat yang belum terpenuhi tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin."
Pesan Terakhir Kapolda Maluku Kepada Masyarakat
Selama 10 bulan bertugas Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar mengaku menerima kesan baik, dia juga mengajak masyarakat tidak memandang enteng pada Covid-19.
‘’Covid masih bergelombang, bisa saja setiap saat menjadi merah lagi Ambon ini, yang sekarang sudah oranye, seharusnya kita tekan menjadi kuning bahkan hijau,’’ harapnya.
Pesan lainnya, kampung tangguh yang sudah dibentuk, jangan hanya dicanangkan tapi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia mengingatkan agar tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan hindari berhimpun di tempat keramaian.

‘’Bahkan saya ini akan pergi, tapi tidak akan ada acara-acara mengumpulkan orang karena itu melalui kesempatan ini, saya selaku manusia biasa mesti ada salahnya, dan saya mohon pamit,’’ katanya.
‘’ Jika ada waktu kami akan datang lagi kesini mengenang kembali masa tugas, ada tempat yang belum saya kunjungi seperti Banda Naira, mungkin saya akan datang ke sana,’’ harapnya.
Terkait pilkada, dia berpesan pilihan terbaik di tangan rakyat, bagi yang menang jangan eforia, bagi yang kalah anggap ini adalah keberhasilan yang tertunda.
‘’Jangan kita korbankan masyarakat hanya untuk memenuhi nafsu kita saja,’’ pesannya mengakhiri.
(*)