Tuntas 10 Bulan Dinas Sebagai Kapolda Maluku, Ini Kesan Irjen Baharuddin Djafar untuk Warga Maluku

‘’Orang  Maluku ini, hormat kepada ibunya sangat tinggi, maka jika ingin mendekati anak-anaknya, dekati ibu-ibunya,’’ kataIrjen Baharuddin Djafar

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Istimewa
Arsip dokumen Kapolda Maluku Irjen Baharuddin Djafar menunaikan salat bersama pendemo UU Cipta Kerja 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

TRIBUNAMBON.COM - Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar akhirnya menuntaskan tugasnya di Polda Maluku

Irjen Pol Baharuddin Djafar adalah satu dari sejumlah perwira tinggi Polri yang tercatat dalam telegram perihal penggantian jabatan tertanggal Senin (16/11/2020).

Peengantinya yakni Koordinator Staf Ahli Kapolri yang juga mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri yang merupakan junior satu tingkatnya. 

Kepada TribunAmbon.com yang menemuinya secara khusus  di ruang kerjanya  di Markas Polda Maluku  Selasa (17/11/2020) Irjen Pol Bahar menceritakan 10 bulan berkesan selama menjabat sebagai Kapolda di provinsi yang berjuluk Negeri Raja-Raja ini.

Baca juga: Mutasi Pati Polri, Irjen Refdi Andri Jabat Kapolda Maluku Gantikan Baharudin Djafar

Sejak bertugas pada bulan Februari 2020 lalu, jenderal bintang dua ini tidak menyangka sepanjang penugasannya berhadapan dengan pandemi Covid-19. 

‘’Jadi hampir selama penugasan saya di sini memang berhadapan dengan Covid-19," jelasnya.

Tonton Juga :

"Saya selaku Waktu ketua dua  gugus tugas provinsi memang mengemban juga bagaimana mengajak masyarakat untuk tetap taat pada protool kesehatan,’’ imbuhnya.

Tipsnya dalam mengajak masyarakat taat protokol Kesehatan yaitu dengan memberi contoh.

"Perlu saya sampaikan bahwa dimana pun kita tugas, kita harus jadi teladan, kalau kita menjadi teladan maka tidak sulit masyarakat mengikutinya,’’katanya.  

Sebab menurutnya, Covid tidak pandang bulu, bahkan istri ketua Gustu bisa terkena, posiitif Covid-19  dan mungkin banyak orang lainnya terpapar corona tanpa disadari. 

Menurutnya yang harus dilakukan hanya menjaga diri dan jangan lalai.

‘Karena dia  (Covid) tidak melihat pangkat, karena kalau virus menjangkiti yang menjangkiti saja, individu mudah sekali untuk terjangkit."

‘’Oleh sebab itu saya menanganinya dengan jalan memberi semangat kepada orang-orang yang terjangkit virus ini, ‘’ kata Kapolda. 

 Dia mencontohkan, 16 anggota Polda yang baru selesai pendidikan di Jakarta saat awal Covid langsung diisolasi.

‘’Saya kunjungi berkali-kali, isolasi mandiri, isolasi terpusat, dimana saja,  saya datang, tujuannya hanya ingin memberi semangat."

"Karena saya tahu pasti hanya dengan meningkatkan imunitas tubuh  yang paling efektif untuk melawan Covid ini,’’ungkapnya. 

Baca juga: Kapolres SBT Resmi Pidanakan Kader Golkar Maluku ke Polda, karena Sebut Polisi Intimidasi Kades

Menurutnya, Covid belum selesai, bahkan pada minggu terakhir,  semakin meningkat ini.

‘’Sampai detik ini, jajaran saya masih tetap menjalankan operasi yustisi, Brimob tetap melaksanakan penyemprotan disinfektan dimana pun  tetap dilakukan, dan saya minta ini terus dijalankan,’’ kata kapolda. 

Upaya lain selama ia bertugas di Maluku adalah menjalankan program Desa Tangguh yang merupakan program Kapolri. 

‘’Ada tiga sasaran ketangguhan yang diharapkan, yang pertama tangguh terhadap memutus mata rantai covid, tangguh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," paparnya.

"Yang ketiga tangguh menghadapi gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah itu." 

Pilihannya adalah Kota Ambon, karena menurutnya pasien Covid 19 terbanyak ada di Kota  Ambon. "

’Jika Kota Ambon  berhasil maka Maluku bisa berhasil, ‘’cetusnya yakin. 

Karena  menurutnya, Kota Ambon memiliki pasien terbanyak.

"Mmungkin orang banyak nanya ini Kapolda banyak main dengan wali kota ? Ya karena memang di kota ini yang  terbanyak terpapar, sehingga  membutuhkan antisipasi yang benar,’’ jelasnya.

Dia menyebutkan tiga ketangguhan ini akan sangat mudah diwujudkan jika  dimulai dari rumah tangga. 

‘’Makanya saya selalu bicara tentang keharmonisan rumah tangga, satu lingkungan bisa kuat jika rumah tangga keluarga itu kuat, karena keharmonisan rumah tangga itu penting, itu imunitas yang paling kuat.’’ katanya .

Mengenal Kearifan Lokal Maluku

Kapolda Maluku Irjen Baharuddin Djafar menunaikan salat bersama pendemo UU Cipta Kerja
Kapolda Maluku Irjen Baharuddin Djafar menunaikan salat bersama pendemo UU Cipta Kerja (Istimewa)

Lebih jauh Irjen Baharuddin Djafar yang akan bertugas sebagai Analis Kebijakan Baharkam Polri ini menyebutkan jika bertugas di suatu daerah harus mengenali dulu apa kearifan lokal yang berlaku di wilayah itu. 

‘’Orang  Maluku ini, hormat kepada ibunya sangat tinggi, maka jika ingin mendekati anak-anaknya, dekati ibu-ibunya,’’ katanya. 

Selain itu menurutnya solidaritas masyarakat Maluku sangat tinggi, apabila diperlakukan dengan santun dan baik, maka responnya luar biasa. 

‘’Makanya apa yang saya buat selama ini, kalau saya di jalan, apalah sulitnya mengucapkan terima kasih ke orang, hormat kepada mereka, mereka senang sekali,’’ kata Kapolda. 

Dia yakin Kapolda yang baru akan sanggup melaksanakan tugasnya.

"Saya akan sampaikan apa yang sudah baik akan saya sampaikan, karena dalam memori serah terima jabatan semua capaian disampaikan termasuk kerawanan yang bisa muncul di masa akan datang,’’jelasnya.  

Terkait keamanan Pilkada di empat kabupaten/kota, kapolda menyebutkan  sudah mampu mengendalikan dengan baik.

"Tadi saya rapat dengan KPU dan Bawaslu, mengingatkan kembali bahwa, untuk protokol Kesehatan menjadi prioritas, jadi kalau ada berkumpulnya massa, Bawaslu, Kepolisian  harus mengingatkan penyelenggara,’’ kata Kapolda. 

Salat di Rumah Umat Kristiani di Aboru hingga Cuci Toilet Masjid Viral di Medsos

Kapolda yang pernah bertugas di Sulawesi Barat ini sempat menjadi viral di media sosial karena sejumlah aksinya.

Mulai dari Salat di rumah warga Kristen di Negeri Aboru yang 100 persen beragama Kristen dan tidak ada masjid, hingga mencuci toilet masjid serta tidur di masjid ramai dibahas orang. 

Menurutnya, potensi alam Maluku sangat besar, tapi pengelolaannya belum maksimal.

maka ia menilai dibutuhkan kebersamaan, transparansi dan tetap dalam fungsi kontrol yang betul-betul ada, menjadikan Maluku bisa jadi luar biasa. 

Kapolda Maluku Irjen Baharuddin Djafar tertangkap kamera memberihkan WC
Kapolda Maluku Irjen Baharuddin Djafar tertangkap kamera memberihkan WC (Istimewa)

‘’Kalau sinergis, kekuatan Maluku itu luar biasa, karena Maluku memiliki solidaritas yang tinggi, waktu kami salat di Aboru, di sana tidak ada masjid, karena semua umat Kristiani, tapi ada satu rumah dikeluarkan kursinya, disiapkan untuk kami salat di situ, inilah Maluku sejak jaman dulu, ‘’ ucapnya.

Menurutnya,  toleransi di Maluku luar biasa tinggi, ketika ke Maluku Barat Daya (MBD) yang umat muslimnya sedikit, tetapi toleransinya sangat tinggi, karena yang membangun masjid adalah umat Kristiani. 

Meski begitu dia melihat, masih ada sekat, dan memang butuh waktu agar sekat yang ada bisa diurai secara perlahan. 

‘’Jangan memandang dari sisi negatif saja, apriori, padahal ini kekuatan ini, hal-hal ini yang akan saya sampaikan kepada Bapak Kapolda yang baru, ‘’jelasnya. 

Terkait paradigma kepolisian ada perubahan nyata dalam tubuh Polda selama ia pimpin. 

‘’ Terbukti RMS yang masuk ke Polda tidak ada satu pun polisi yang memukul juga unjuk rasa Omnimbus Law mahasiswa yang ditangkap tidak ada yang dipukul polisi,’’katanya.

Baca juga: Nama Institusi Tercoreng, Kapolda Maluku Minta Kapolres SBT Polisikan Kader Golkar Maluku

Dia berharap polisi bisa menjadi pelindung, pengayom dan pelayan.

‘’Waktu saya pertama kali datang, berbicara depan Muspida, sebelum Covid, di bulan Februari saya katakan, saya bertugas di negeri para raja maka saya mau jadi hamba sahaya," katanya.

"Semoga masyarakat melihat saya sudah berusaha semampu saya, saya yakin masih banyak harapan masyarakat yang belum terpenuhi tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin." 

Pesan Terakhir Kapolda Maluku Kepada Masyarakat

Selama 10 bulan bertugas Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar mengaku menerima kesan baik, dia juga mengajak masyarakat tidak memandang enteng pada Covid-19. 

‘’Covid  masih bergelombang, bisa saja setiap saat menjadi merah lagi Ambon ini, yang sekarang sudah oranye, seharusnya kita tekan menjadi kuning bahkan hijau,’’ harapnya.

Pesan lainnya,  kampung tangguh yang sudah dibentuk, jangan hanya dicanangkan tapi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dia mengingatkan agar tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan hindari berhimpun di tempat keramaian. 

Kapolda Maluku dan Pangdam 16 Patimura melaksanakan ibadah salat Dhuhur di rumah warga Kristen yang sederhana.
Kapolda Maluku dan Pangdam 16 Patimura melaksanakan ibadah salat Dhuhur di rumah warga Kristen yang sederhana. (Humas Polda Maluku)

‘’Bahkan saya ini akan pergi, tapi tidak akan ada acara-acara mengumpulkan orang karena itu melalui kesempatan ini, saya selaku manusia biasa mesti ada salahnya, dan saya mohon pamit,’’ katanya. 

‘’ Jika ada waktu kami akan datang lagi kesini mengenang kembali masa tugas, ada tempat yang belum saya kunjungi seperti  Banda Naira, mungkin saya akan datang ke sana,’’ harapnya.

Terkait pilkada, dia berpesan pilihan terbaik di tangan rakyat,  bagi yang menang jangan eforia, bagi yang kalah anggap ini adalah keberhasilan yang tertunda. 

‘’Jangan kita korbankan masyarakat hanya untuk memenuhi nafsu kita saja,’’ pesannya mengakhiri.

(*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved