Tuntas 10 Bulan Dinas Sebagai Kapolda Maluku, Ini Kesan Irjen Baharuddin Djafar untuk Warga Maluku
‘’Orang Maluku ini, hormat kepada ibunya sangat tinggi, maka jika ingin mendekati anak-anaknya, dekati ibu-ibunya,’’ kataIrjen Baharuddin Djafar
Lebih jauh Irjen Baharuddin Djafar yang akan bertugas sebagai Analis Kebijakan Baharkam Polri ini menyebutkan jika bertugas di suatu daerah harus mengenali dulu apa kearifan lokal yang berlaku di wilayah itu.
‘’Orang Maluku ini, hormat kepada ibunya sangat tinggi, maka jika ingin mendekati anak-anaknya, dekati ibu-ibunya,’’ katanya.
Selain itu menurutnya solidaritas masyarakat Maluku sangat tinggi, apabila diperlakukan dengan santun dan baik, maka responnya luar biasa.
‘’Makanya apa yang saya buat selama ini, kalau saya di jalan, apalah sulitnya mengucapkan terima kasih ke orang, hormat kepada mereka, mereka senang sekali,’’ kata Kapolda.
Dia yakin Kapolda yang baru akan sanggup melaksanakan tugasnya.
"Saya akan sampaikan apa yang sudah baik akan saya sampaikan, karena dalam memori serah terima jabatan semua capaian disampaikan termasuk kerawanan yang bisa muncul di masa akan datang,’’jelasnya.
Terkait keamanan Pilkada di empat kabupaten/kota, kapolda menyebutkan sudah mampu mengendalikan dengan baik.
"Tadi saya rapat dengan KPU dan Bawaslu, mengingatkan kembali bahwa, untuk protokol Kesehatan menjadi prioritas, jadi kalau ada berkumpulnya massa, Bawaslu, Kepolisian harus mengingatkan penyelenggara,’’ kata Kapolda.
Salat di Rumah Umat Kristiani di Aboru hingga Cuci Toilet Masjid Viral di Medsos
Kapolda yang pernah bertugas di Sulawesi Barat ini sempat menjadi viral di media sosial karena sejumlah aksinya.
Mulai dari Salat di rumah warga Kristen di Negeri Aboru yang 100 persen beragama Kristen dan tidak ada masjid, hingga mencuci toilet masjid serta tidur di masjid ramai dibahas orang.
Menurutnya, potensi alam Maluku sangat besar, tapi pengelolaannya belum maksimal.
maka ia menilai dibutuhkan kebersamaan, transparansi dan tetap dalam fungsi kontrol yang betul-betul ada, menjadikan Maluku bisa jadi luar biasa.

‘’Kalau sinergis, kekuatan Maluku itu luar biasa, karena Maluku memiliki solidaritas yang tinggi, waktu kami salat di Aboru, di sana tidak ada masjid, karena semua umat Kristiani, tapi ada satu rumah dikeluarkan kursinya, disiapkan untuk kami salat di situ, inilah Maluku sejak jaman dulu, ‘’ ucapnya.
Menurutnya, toleransi di Maluku luar biasa tinggi, ketika ke Maluku Barat Daya (MBD) yang umat muslimnya sedikit, tetapi toleransinya sangat tinggi, karena yang membangun masjid adalah umat Kristiani.