Breaking News:

Divonis 6 Tahun, Mantan Kepala PT Bank Maluku-Malut Cabang Dobo Dijebloskan ke Lapas Kelas II Tual

Mantan Kepala PT Bank Maluku-Maluku Utara Cabang Dobo Aminadab Rahanra, divonis Mahkamah Agung (MA) enam tahun penjara

Freepik
Ilustrasi penjara 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany 

TRIBUNAMBON.COM - Mantan Kepala PT Bank Maluku-Maluku Utara Cabang Dobo Aminadab Rahanra, divonis Mahkamah Agung (MA) enam tahun penjara atas kasus korupsi yang merugikan negara senilai Rp 3,1 miliar. 

Akibatnya, Rahanra, Kamis (15/10/2020) dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru dan langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tual

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan di Ambon mengatakan,   Rahanra sudah  dieksekusi sekitar pukul 14.00 WIT oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru ke Lapas Kelas II B Tual. 

Baca juga: Mantan Kepsek SMA 43 Maluku Tengah Layangkan Somasi ke Gubernur Murad, Duga Maladministrasi Kadis

Aminadab Rahanra merupakan mantan Kepala PT. Bank Maluku-Malut Cabang Dobo yang tersandung perkara  korupsi sehingga menyebabkan kerugian negara Rp3,110 miliar.

Rahanra, menurutnya, dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1015K/PID.SUS/2020, tanggal 27 April 2020. 

Di mana dalam Amar Putusan MA itu, Rahanra  dijatuhi hukuman penjaran selama 6 Tahun, denda Rp.200 Juta subsider 6 bulan kurungan dan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 3.110.548.000.

Vonis MA ini lebih ringan setahun dari putusan  majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Negeri Ambon yang menghukum Rahanra tujuh tahun penjara dan denda 200 juta.  

Informasi yang dhimpun TribunAmbon.com, mantan kepala PT Bank Maluku-Maluku Utara Cabang Dobo ini melakukan penggelapan dana sisa APBD Kabupaten Kepulauan Aru senilai 4 miliar pada tahun 2010.

Baca juga: Banding Perkara DO Mahasiswa Unkhair Ternate, Majelis Hakim Dianggap Keliru

Dana ini dititipkan Setda Aru ke Bank Maluku-Maluku Utara Cabang Dobo

Rahanra sebagai Kepala Bank lantas memerintahkan untuk mentransfer dana tersebut ke- tiga rekening pribadi milik tiga nama yakni JF senilai 500 juta dan PRU senilai 500 juta dan rekening milik YK senilai Rp 3 miliar dalam bentuk deposito.

Serta penggelapan sejumlah dana sisa APBD lainnya yang dititipkan ke Bank Maluku dan Maluku Utara, perbuatan Rahanra diketahui dari bukti penarikan sejumlah dana yang digunakan untuk kepentingan pribadi. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved