Breaking News:

Virus Corona di Maluku

Pasien Positif Terus Meningkat di Maluku, Dana Covid-19 Semakin Menipis

Pasien Covid-19 di Maluku terus bertambah, sebanyak 1217 pasien kini dalam perawatan di sejumlah rumah sakit,

Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
Bertambah kasus baru pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Maluku per 20 Juli 2020 sebanyak 19 hingga total kasus terkonfirmasi mencapai 979 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

TRIBUNAMBON.COM - Pasien Covid-19 di Maluku terus bertambah, sebanyak 1217 pasien kini dalam perawatan di sejumlah rumah sakit, balai milik pemerintah dan hotel-hotel di Kota Ambon dan kabupaten lainnya . 

Seiring dengan itu dana Covid-19 juga semakin menipis. Dana sebesar 115 miliar yang sudah dianggarkan kini sudah habis terpakai sebesar hampir 70  miliar.

Abdul Azis Sangkala wakil Ketua DPRD Maluku mengatakan hal ini kepada Tribunambon.com, Kamis 08/10/2020) melalui saluran telepon. 

Menurut Sangkala yang juga ketua DPW PKS Maluku ini, anggaran untuk penanganan Covid-19 sudah disetujui dalam pembahasan perubahan APBD, dari dana yang sudah dianggar sebesar 115 miliar tersebut, masih tersisa 50 miliar yang bisa digunakan hingga Desember nanti. 

‘’Kita berharap,anggaran sisa ini masih cukup untuk penanganan Covid, terutama penanganan pasien Covid, juga prioritas bagi program isolasi dari hasil tracking, dan yang penting juga harus memastikan sosialisasi lebih intens ke masyarakat, memastikan protokol kesehatan  ini benar-benar di jalankan,’’ papar Sangkala. 

Juga lanjut Sangkala menghindari kerumunan, atau pertemuan yang tidak penting agar penyebaran terhenti. 

Namun menurut Sangkala, kondisi masyarakat saat ini mulai jenuh sehingga mulai banyak aktifitas yang sudah sulit dikontrol, karena itu yang terpapar semakin tinggi, jadi pemerintah harus lebih siap untuk menghadapi lonjakan klaster baru.

‘’Saat ini, klaster perkantoran sangat tinggi, di DPRD juga hasil swab  cukup tinggi, sehingga kami harus mengurangi aktifitas di Dewan, dan perkantoran lainnya, sedangkan tes swab ke masyarakat sangat rendah, hanya dilakukan untuk pegawai pemerintah dan pelaku perjalanan yang rapid testnya reaktif,’’ ungkap Sangkala.

Melihat  situasi ini, Sangkala memastikan pihaknya mensuport agar dana covid cukup untuk penanganannya, selain untuk penanganan pasien, ada juga jaring pengaman sosial yang harus ditigkatkan, serta di monitoring bantuan-bantuan lainnya, karena keluhan masyarakat juga tinggi. 

Sementara Ketua harian Satgas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang mengaku hingga saat ini hampir di semua Kabupaten/Kota anggarannya semakin terbatas jelang menuju akhir tahun, dua bulan lagi. 

‘’Ya anggaran kita semakin menipis makanya penanganannya harus lebih ketat lagi, perubahan prilaku harus segera diwujudkan, kalau tidak,  habis dana pasien makin bertambah,’’ ungkap Kasrul yang juga Setda Pemprov Maluku ini. 

Menurut Kasrul, RAPBD perubahan baru disetujui DPRD sebesar 139 miliar, jadi ada penambahan untuk penanganan Covid-19.

''Sudah diputuskan oleh anggaran RAPBD perubahan kita disetujui 139 miliar, sudah terpakai anggaran covid kurang lebih 73 miliar,'' ungkap Kasrul kepada Tribunambon.com via whasap. 

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved