Breaking News:

Virus Corona

Mahasiswa di Ambon Desak Pemprov Maluku Buka Akses Pulang Kampung, Protes Biaya Rapid Tes Mahal

Menurut mereka, berada di kampung halaman jauh lebih baik kondisinya di tengah pandemi corona.

Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Mahasiswa unjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku menuntut agar dibuka akses mudik kampung halaman, Selasa (12/5/2020) siang 

Seorang calon pemudik mengaku berstatus sebagai seorang mahasiswa membawa surat permohonan mudik yang disiapkannya sendiri.

"Saya mau mudik ke kampung halaman saya di Namlea,"ujarnya.

Kriteria Warga yang Boleh Menggunakan Transportasi Umum di Tengah Wabah COVID-19

Kriteria Khusus Mudik

Perancang Peraturan Perundang-Undangan Karo Hukum dan HAM, Ahmad Z Nunlehu mengatakan tidak semua calon pemudik yang melakukan permohonan mudik bisa diizinkan pulang ke kampung halaman mereka.

Ada kriteria khusus yang diprioritaskan untuk dipulangkan, seperti calon siswa atau casis yang mengikuti pelaksanaan Tes Penerimaan Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang I TA 2020.

"Mereka ini datang dari berbagai daerah untuk mengikuti pelaksanaan tes tersebut. Namun, selama proses seleksi mereka dinyatakan tidak lulus," katanya.

"Untuk itu, mereka diizinkan untuk kembali ke daerah masing-masing," terang Ahmad saat ditemui di kantornya.

Sejak sepekan ini, kata dia, ada banyak casis yang melakukan permohonan mudik.

Mereka sempat kewalahan mengurus permohonan masing-masing casis.

Untuk memudahkan proses, pihaknya memperbolehkan permohonan dibuat per kelompok, dengan menyiapkan berkas-berkas seperti fotokopi KTP, Surat Permohonan dan Surat Keterangan Tidak Lulus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved