Breaking News:

Setelah Sidak 4 Titik, BPOM Ambon Bakal Perketat Pengawasan Makanan di Daerah Lainnya

Herniani mengaku langkah yang sama juga akan dilakukan di secara merata di semua kawasan di Kabupaten/Kota.

Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
BPOM Ambon melakukan pengawasan terhadap takjil di kawasan Al-Fatah, Kebun Cengkeh, Batu Merah dan Waiheru, Selasa (28/04/2020) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Ambon melakukan pengawasan terhadap makanan berbuka puasa (takjil) yang dijual di beberapa kawasan di Kota Ambon, Selasa (28/04/2020).

Setidaknya ada empat kawasan yang menjadi sasaran pengawasan oleh BPOM, di antaranya kawasan Masjid Al-Fatah, Batu Merah, Kebun Cengkeh dan Waiheru.

Pengawasan ini dilakukan dengan cara mengambil sample dari masing-masing area penjualan takjil.

Nekat Tak Sesuai Prosedur, Penjual Takjil di Kawasan Masjid Al-Fatah Ambon Jangan Harap Buka Lapak

Sample tersebut kemudian akan diuji di labatorium.

Kepala BPOM Ambon, Heriani menjelaskan pengawasan ini bertujuan untuk memastikan takjil yang dijual bebas dari bahan berbahaya dan layak untuk dikonsumsi.

Petugas BPOM Ambon mendatangi lapak penjual makanan buka puasa di Ambon
Petugas BPOM Ambon mendatangi lapak penjual makanan buka puasa di Ambon (Kontributor TribunAmbon.com/Helmy)

"Pengujian dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi dan memastikan takjil tersebut tidak mmengandung bahan berbahaya atau bebas dari bahan berbahaya serta pengujian mikrobiologi untuk takjil tertentu," Jelas Hernia.

Herniani mengaku langkah yang sama juga akan dilakukan di secara merata di semua kawasan di Kabupaten/Kota.

Pastikan Takjil Buka Puasa Aman Dikonsumsi, BPOM Ambon Keliling Cek Kelayakan Makanan

Agar langkah ini bisa terealisasi, pihaknya akan melakukan kerjasama terlebih dahulu dengan pemangku keputusan di Kabupaten/Kota.

Dalam pengimplementasiannya juga tidak asal-asalan, butuh kemampuan khusus dalam proses pengujian dan pemahaman yang merata bagi semua petugas.

Untuk itu perlu ada bimbingan khusus yang akan dilakukan secara online khusus dengan petugas yang akan ditugaskan baik dari Dinas Kesehatan maupun Disperindag Kabupaten/Kota.

Lebih jauh Herniani menerangkan, selama bulan Ramadan pihaknya akan terus melakukan intensifikasi pengawasan pangan dengan berfokus pada pangan olahan yang kadaluarsa, pangan rusak dan kemasan rusak.

Selain itu, dilakukan infeksi ke sarana distribusi dan retail pangan. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved