Virus Corona

Pemda Memberdayakan 11 Penjahit Lokal untuk Produksi Masker Kain

Pemda di Provinsi Maluku akan memberdayakan 11 Penjahit lokal untuk produksi masker secara massal.

Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang akan memberdayakan 11 Penjahit Lokal untuk memproduksi masker kain. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Maluku, Pemerintah Daerah (Pemda) akan memberdayakan 11 Penjahit lokal untuk produksi masker secara massal.

Hal itu sebagai langkah menyikapi imbauan Pemerintah Pusat.

Kemudian, Pemda akan mengharuskan masyarakat menggunakan masker yang selanjutnya kebijakan akan dibahas dalam rapat koordinasi mendatang.

226.144 Pelanggan PLN di Maluku dan Maluku Utara Segera Nikmati Listrik Gratis & Subsidi

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mempertimbangkan penggunaan masker kain bagi masyarakat luas lantaran ketersediaan masker kesehatan sangat minim.

Di berbagai daerah termasuk Maluku, masyarakat masih bisa menggunakan masker kain tiga lapis untuk menangkal penyebaran corona virus.

"Kami sudah pertimbangkan hal ini. Dengan memberdayakan penjahit lokal, sejauh ini sudah ada 11 penjahit lokal yang akan kami ajak untuk produksi masker dalam jumlah yang banyak," Kata Kasrul.

Dia melanjutkan, dengan memberdayakan 11 penjahit lokal ini juga bisa membantu mereka memperoleh pemasukan di tengah pandemi corona.

Terlebih setiap penjahit mampu menjahit hingga lebih dari seribu masker akan memenuhi permintaan masyarakat luas.

Sementara itu, masker kain lapis tiga ini harus sering dicuci dengan penggunaan maksimal empat jam.

Selain itu, masker kain juga hanya mampu menangkal virus hingga 70 persen hingga pengguna harus tetap menjaga jarak aman satu hingga dua meter.

Jangan Keluar Rumah

Meski penggunaan masker ini diperuntukkan bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan bukan berarti masyarakat kemudian bebas melenggang ke luar rumah.

Kasrul tetap menganjurkan masyarakat untuk tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Hal yang paling aman adalah dengan tidak ke luar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak," tegas Kasrul. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved