Breaking News:

Virus Corona di Ambon

Oknum Polwan di Maluku Diduga Sebar Hoaks Corona, Walaupun Telah Minta Maaf, Tetap Diproses Hukum

Ditkrimsus Polda Maluku tengah menangani kasus penyebaran hoaks melalui media sosial yang diduga dilakukan oleh oknum Polwan Polda Maluku.

Small Bizz Trends
Ilustrasi. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng

TRIBUNAMBON.COM - Cyber Unit Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku tengah menangani kasus penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media sosial yang diduga dilakukan oleh oknum Polwan Polda Maluku.

Oknum Polwan berinisial LL telah diketahui telah menyampaikan permintaan maafnya.

Namun penanganan kasus ini masih tetap diproses hukum.

Hal ini sejalan dengan penyampaian Direktur Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (03/04/2020).

“Kasusnya tetap diproses, saat ini masih ditangani penyidik,” tulisnya.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Small Bizz Trends)

Diketahui berita bohong tersebut disebut telah merugikan satu orang korban.

Dia mengungkapkan, pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap korban seusai menerima laporan tersebut.

Kata dia agenda pemeriksaan ini untuk meminta keterangan dari pihak korban.

“Dan hari ini korban dan pelapornya baru bisa hadir untuk diperiksa,” ujarnya.

Cara Mudah Nikmati Token Listrik Gratis Lewat WA & www.pln.co.id, Catat Hanya Pelanggan Bersubsidi!

Hengky Kurniawan Tawarkan Rumahnya untuk Tempat Tinggal Tenaga Medis COVID-19, Warga Sekitar Menolak

Dua WNA Asal Jepang Dikeluarkan dari RSUD Haulussy Ambon, Setelah Terbukti Negatif Covid-19

Dia menjelaskan, saat ini masih dalam proses pemeriksaan kemudian kasusnya akan dipelajari lebih jauh.

Eko tidak menjelaskan lebih rinci kapan terlapor akan segera menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum Polwan Polda Maluku berinisial LL dilaporkan ke Ditkrimsus Polda Maluku.

Lantaran diduga menyebar berita bohong tentang virus corona di akun Facebook milik pribadinya pada 24 Maret 2020.

LL diketahui memposting sebuah unggahan yang menyebut seorang karyawan sebuah hotel di Ambon, VP berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Akibat perbuatan oknum polwan berinisial LL ini menyebabkan korban dikucilkan oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Buntut dari postingan itu, rumah korban juga didatangi oleh Lurah dan dokter serta sejumlah anggota Polisi.

Dampak terparahnya muncul perbincangan di tengah masyarakat, VP telah meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.

(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved