Virus Corona
Warga Abai Imbauan Jaga Jarak, Pemprov Maluku Belum Bertindak
Seorang pengunjung mengaku takut jika bersentuhan dengan orang yang mungkin pernah melakukan kontak dengan pasien positif Corona atau Covid-19
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM - Setelah Maluku ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Non - Bencana menyusul munculnya kasus 01 pasien positif Covid-19, Pemda Maluku mengumumkan imbauan tegas kepada masyarakat.
Imbauan untuk pencegahan corona itu berbunyi agar warga tetap di rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak.
“Jika keperluannya mendesak boleh saja keluar, asalkan jaga jarak,” kata Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang Senin (23/3/2020).
• BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 579 Orang, 49 Meninggal Dunia
• Antisipasi Distributor Nakal Penimbun Sembako di Tengah Pandemi Covid-19, Polda Maluku Lakukan Sidak
Ditemui di Gedung Gubernur, dia mengingatkan agar masyarakat lebih waspada tentang bahaya virus corona ini.
Serta agar masyarakat lebih cerdas melakukan tindakan pencegahan dini.
Satu di antaranya yaitu menerapkan jarak satu meter ketika sedang berada di luar rumah.
Namun sayangnya, anjuran ini masih diabaikan oleh sekelompok orang.

Masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah dan mengunjungi tempat-tempat keramaian.
Dilanggar
Seperti yang terpantau oleh TribunAmbon.com di satu apotek di Kota Ambon hari ini.
Apotek tersebut telah menerapkan posisi duduk dan berdiri berjarak satu meter untuk antrian pengambilan obat, dengan menandai posisi pijakan.
Ttapi, pengunjung tidak menghiraukan.
Mereka terlihat berdiri secara berdekatan, beberapa bahkan terlihat berkontak fisik.
Pemandangan ini tentu saja merisaukan pengunjung lainnya, yang sudah menyadari anjuran-anjuran demi pencegahan penyebaran virus mematikan ini.