Virus Corona
BREAKING NEWS: Wanita Mengaku ODP Corona Terobos Jumpa Pers Pemprov Maluku, Pertanyakan Ini
Kehadiran perempuan mengaku ODP pakai masker mengagetkan jurnalis dalam jumpa pers Corona di Kantor Gubernur Maluku
Laporak Kontributor TribunAmbon.com, Insany
TRIBUNAMBON.COM - Seorang perempuan tiba-tiba menerobos masuk ke ruang jumpa pers di lantai 6, Kantor Gubernur Maluku, pada Senin (23/3/2020) sore.
Saat itu sedang berlangsung jumpa pers oleh tim gugus tugas pencegahan dan penanganan covid-19, bersama sejumlah jurnalis.
• 18 Pekerja Asal China di SBT Tes Kesehatan Covid-19, Update Corona Maluku
Perempuan yang tidak diketahui identitasnya ini mengaku berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) dan ingin mengetahui kriteria status ODP kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontoh.
‘’Saya ini ODP, saya ingin tahu apa itu ODP, kenapa saya periksa ke dokter dengan gejala demam berdarah tapi ditetapkan sebagai ODP?" tanya dia pada dr. Meikyal Pontoh.

Menurut seorang jurnalis, Heri Purwanto, yang menyaksikan kejadian ini, dr. Meikal Pontoh lalu mendekati si perempuan..
‘’Ibu seharusnya kalau ditetapkan sebagai ODP harusnya berada di rumah dan mengisolasi diri selama 14 hari bukan keluar rumah seperti ini,’’ ungkap Heri, meniru perkataan dr. Meikal kepada perempuan itu.
Kepada Kadis Kesehatan, ibu yang tidak dikenal ini kemudian mempertanyakan sikap rumah sakit yang memperlakukannya sebagai oknum bukan sebagai pasien.
Bikin Geger
Kehadiran perempuan dengan masker tertutup lengkap di wajahnya ini, mengagetkan jurnalis yang hadir di ruangan.
Sontak sebagian jurnalis berhamburan keluar, namun sebagian lainnya justru mendekati perempuan ini dan mengambil foto dan video saat ia berbicara.
• Warga Abai Imbauan Jaga Jarak, Pemprov Maluku Belum Bertindak
“Sebagian jurnalis berhamburan keluar ruangan sedangkan yang lain justru mendekati perempuan itu untuk mengambil foto dan video,’’ ungkap Heri jurnalis salah satu media lokal di Ambon.
Menurut Heri tidak jelas bagaimana perempuan tidak dikenal ini bisa masuk ke ruang Sekretariat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku Jalan Sultan Hairun, Kota Ambon ini.
Warga Nekat Berdekatan
Sebelumnya diberitakan, Pemda Maluku mengumumkan imbauan tegas kepada masyarakat.
Imbauan untuk pencegahan corona itu berbunyi agar warga tetap di rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak.
“Jika keperluannya mendesak boleh saja keluar, asalkan jaga jarak,” kata Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang Senin (23/3/2020).
• BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 579 Orang, 49 Meninggal Dunia
• Antisipasi Distributor Nakal Penimbun Sembako di Tengah Pandemi Covid-19, Polda Maluku Lakukan Sidak
Ditemui di Gedung Gubernur, dia mengingatkan agar masyarakat lebih waspada tentang bahaya virus corona ini.
Serta agar masyarakat lebih cerdas melakukan tindakan pencegahan dini.
Satu di antaranya yaitu menerapkan jarak satu meter ketika sedang berada di luar rumah.
Namun sayangnya, anjuran ini masih diabaikan oleh sekelompok orang.

Masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah dan mengunjungi tempat-tempat keramaian.
Seperti yang terpantau oleh TribunAmbon.com di satu apotek di Kota Ambon hari ini.
Apotek tersebut telah menerapkan posisi duduk dan berdiri berjarak satu meter untuk antrian pengambilan obat, dengan menandai posisi pijakan.
Ttapi, pengunjung tidak menghiraukan.
Mereka terlihat berdiri secara berdekatan, beberapa bahkan terlihat berkontak fisik.
Pemandangan ini tentu saja merisaukan pengunjung lainnya, yang sudah menyadari anjuran-anjuran demi pencegahan penyebaran virus mematikan ini.
Ditemui di apotek, seorang pengunjung mengaku takut jika harus bersentuhan dengan orang yang mungkin saja pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 yang sedang diisolasikan dan dirawat di RSUD Haulussy.
• Cerita Wanita Positif Corona, Miliki Gejala Berbeda, Sempat Tak Bisa Dengar, Merasakan & Mencium Bau
• Mulai Besok Pembatasan Jumlah Penumpang Berlaku di Ambon, Antisipasi Penyebaran Virus Corona
“Mungkin masyarakat belum sepenuhnya menyadari dan paham tentang betapa cepatnya penyebaran virus ini. Okelah, kita mengandalkan Tuhan, namun kita juga mesti berkhidmat," kata Leo.
"Kalau sudah tau ada aturan jaga jarak harusnya dipatuhi,” imbuhnya kesal.
Sementara itu, Pemda belum membuat aturan yang mengikat bagi mereka yang masih mengabaikan iimbauan pencegahan Covid-19 di Maluku. (*)