Breaking News:

Wagub Maluku Minta BKKBN Hentikan Kampanye KB, Ini Alasannya

Wagub Maluku Barnabas Orno minta BKKBN Provinsi Maluku lebih fokus bimbing ibu hamil daripada kampanye KB.

Editor: Fitriana Andriyani
kompas.com Rahmat Rahman Patty
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Telaah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Maluku di Santika Hotel, Ambon, Selasa (3/9/2019). 

“Jadi, berpengaruh terhadap DAK juga. Contoh, investor yang mau masuk pasti akan tanya itu sebab jumlah penduduk menjadi pangsa pasar,” kata dia.

Dia pun meminta BKKBN tidak lagi mengampanyekan program KB di Maluku dengan membagi-bagikan alat kontrasepsi kepada pasangan yang sudah menikah karena hal itu hanya akan berdampak terhadap pertumbuhan penduduk di Maluku.

“Jadi jangan lagi bagikan alat kontrasepsi karena pada akhirnya akan membuat jumlah penduduk di Maluku semakin menurun,” ujar dia.

Pengakuan Aulia Kesuma, Terispirasi dari Menonton Sinetron, Bakar Mobil Lalu Didorong ke Jurang

Bocoran Toyota Calya Terbaru 2019, Gril Depan Ikuti Avanza dan Harga Mobil Bulan Ini

Seruan serupa juga pernah disampaikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster sebelumnya, tetapi dengan alasan yang berbeda.

Upaya Gubernur Bali I Wayan Koster untuk meng-ajeg-kan kembali Keluarga Berencana (KB) Krama Bali alias KB Bali dengan empat anak bukan sekadar wacana.

Koster sudah memberikan instruksi kepada bupati dan wali kota se-Bali untuk menghentikan kampanye KB dua anak, dan diminta mensosialisasikan KB Bali dengan empat anak.

“Imbauan ini secara jelas dituangkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Bali No 1545 Tahun 2019 tentang Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Agung Sutha, Kamis, (27/6) di Denpasar.

Instruksi yang ditandatangani oleh Gubernur I Wayan Koster pada Jumat (14/6/2019) itu berisi tiga poin utama.

Pertama, bupati dan wali kota se-Bali segera menghentikan kampanye dan sosialisasi "Keluarga Berencana (KB) dengan 2 (dua) anak cukup atau 2 (dua) anak lebih baik" kepada jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana.

5 Kalimat Fadli Zon Serang Pemerintah & Jokowi Soal Rusuh di Papua: Minta Blusukan hingga Gagal

Kisah-kisah Dramatis Kecelakaan Maut di Tol Cipularang: Pahlawan Pekerja Proyek, Airbag, Pesan Ayah

Kedua, memerintahkan seluruh jajarannya urusan keluarga berencana agar mengkampanyekan dan mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB) Krama Bali berdasarkan kearifan lokal yang diarahkan untuk mewujudkan manusia/krama Bali yang unggul dan berkualitas.

Ketiga, meminta instruksi ini harus dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sebagai pelaksanaan visi Pembangunan Daerah Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Ada beberapa pertimbangan yang diambil oleh Koster dalam mengeluarkan instruksi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved