Rabu, 15 April 2026

Malteng Hari Ini

Wabup Malteng Tegaskan Harga Serapan Gabah Rp.6.500 per Kilo, Tak Boleh Main-main

Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata menegaskan bahwa penyerapan harga harus di angka Rp 6.500 per kilo.

Silmi Sirati Suailo
HARGA NAIK - Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata saat diwawancarai awak media di Masohi, Rabu (26/3/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Masa panen II di Maluku Tengah diperkirakan menghasilkan sekitar 22 ribu ton gabah dan berlangsung hingga awal Februari 2026.
  • Wabup Malteng Mario Lawalata menegaskan harga serapan gabah harus Rp6.500 per kilo dan tidak boleh ada permainan harga.
  • Bulog telah menyerap sekitar 500 ton beras, sementara stok pangan jelang Ramadan dipastikan masih aman.
 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Berlangsungnya masa panen II di Kabupaten Maluku Tengah ditaksir menghasilkan 22 ribu ton gabah.

‎Masa panen berlangsung sejak akhir Desember 2025 dan diperkirakan bakal selesai di awal Februari 2026. 

‎Bulog diketahui telah menyerap gabah kering panen (GKP) petani, dimana standar harga yang ditetapkan secara nasional yakni Rp 6.500 per kilo.

Baca juga: Kunker ke Pulau Buru, Kapolda Maluku Soroti Keamanan dan Potensi Daerah

Baca juga: Soal Kebocoran Pipa Minyak di SBT, Ini Penjelasan PT. Karlez

‎Namun belakangan, tersiar kabar bahwa gabah petani diserap dengan harga di bawah standar.

‎Atas hal itu, Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata menegaskan bahwa penyerapan harga harus di angka Rp 6.500 per kilo.

‎Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata usai menghadiri Rapat Paripurna Tutup-Buka Sidang 2026 DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Senin (19/1/2026).

‎"Sejauh ini laporannya belum sampai ke saya, tapi penyerapan harus Rp. 6.500 sesuai harga yang berlaku untuk seluruh Indonesia," tegas Mario.

‎Ia bahkan menekankan agar tidak ada permainan harga untuk penyerapan gabah petani.

‎Bahkan Wabup menyampaikan bahwa jika terjadi permainan harga, maka pihkanya tentu bakal mengevaluasi. 

‎"Tidak boleh ada yang main-main, karena kalau ada yang main-main sebagai perhatian kita untuk bagaimana melakukan evaluasi," tukas Wabup.

‎Wabup menyatakan, telah dilakukan penyerapan gabah sesuai laporan yang ia terima dari Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah.

‎"Memang kemarin sudah diserap, ada koordinasi yang disampaikan dari  Dinas Ketahanan Pangan, dimana sudah berkoordinasi dengan Bulog dan sudah diserap walaupun belum semua tetapi itu semua sudah melakukan langkah-langkah (penyerapan)," jelas Mario.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah, Juliana Haumahu menerangkan bahwa beras sudah diserap di angka 500 ton.

‎Terkait penyerapan gabah secara keseluruhan, Kadis mengaku sesuai kapasitas Bulog, sesuai arahan.

‎Namun tergantung petani lantaran harus memenuhi kebutuhan konsumsi.

‎"Mereka kan harus memenuhi kebutuhan konsumsi, tidak semua harus dijual kan," tukas Juliana.

‎Juliana juga memastikan untuk stok pangan jelang Ramadan masih tercukupi.

‎"Untuk stok masih aman, karena stok masih banyak," tandas Juliana. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved