Malteng Hari Ini
Program Sekolah Rakyat Belum Penuhi Target, Kadinsos Malteng: Maafkan Saya
Lima dari 19 kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Tehoru, Kecamatan TNS, Kecamatan Elpaputih, Kecamatan Amahai, dan Kecamatan Kota Masohi.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com,Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Dikejar batas waktu atau deadline launching Sekolah Rakyat yang direncanakan pada September 2025 ternyata Dinas Sosial Maluku Tengah baru menyasar rekrutmen siswa pada lima Kecamatan.
Lima dari 19 kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Tehoru, Kecamatan TNS, Kecamatan Elpaputih, Kecamatan Amahai, dan Kecamatan Kota Masohi.
Atas hal itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah, Ruslan Wailissa menyampaikan permohonan maaf saat diwawancarai TribunAmbon.com, di Masohi, Senin (8/9/2025).
Baca juga: Tak Hanya Minta Maaf, PMII SBT Desak Ketua DPRD Buat Video Klarifikasi dan PAW
Baca juga: Sesumbar Hitung Kerugian Negara, Kasus Landmark Langgur Tengah Proses Pengalihan Ke Kajari Malra
"Jadi sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf karena kami baru bisa menyasar 5 kecamatan," ucap Kadis.
Tentu menjadi catatan Dinas Sosial pada rekrutmen selanjutnya, agar memprioritaskan kecamatan lain terkhusus pada daerah yang sulit terjangkau akses pendidikan.
"Apalagi contoh di daerah pegunungan dan daerah Kepulauan Banda menjadi perhatian kita. Mereka nanti diikutsertakan dalam Sekolah Rakyat," cetusnya.
Diketahui, saat ini Dinas Sosial telah mengusulkan 83 calon siswa Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial.
"Untuk sekolah rakyat ini kami merekrut siswa itu pertama 89 siswa, ada 6 siswa yang menyatakan mundur dari keikutsertaan mereka di Sekolah Rakyat," tukas Plt. Kepala Dinas.
Sesuai dengan petunjuk ketersediaan ruangan belajar, maka bangunan Sekolah Rakyat sementara ini diperuntukkan kepada 75 siswa.
"Ditambah dari 10 persen cadangan sekitar 7 atau 8, jadi total semuanya adalah 83 calon siswa kami usulkan ke Kementerian Sosial," urai Ruslan.
Para calon siswa satuan SMP itu direkrut dengan kerjasama pengurus Program Keluarga Harapan (PKH), yang mana datanya diperoleh dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) terutama di desil I dan desil II.
"Pedoman kami adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) terutama di desil I dan desil II sesuai dari petunjuk Kementerian Sosial," pungkas Kadis.(*)
| Paripurna DPRD Malteng: Pansus LKPJ dan Revisi Tatib Resmi Dibentuk |
|
|---|
| Warga Serut Kobi Blokade Jalan Trans Penghubung SBT - Malteng, Minta Pemerintah Hadirkan BBM Subsidi |
|
|---|
| Kejutan Jelang Musda ke-X, Rusbandi Daftar Ketua Partai Golkar Malteng Berbekal 14 Dukungan |
|
|---|
| Bacalon Ketua Golkar Malteng Kantongi 13 Dukungan, Hasan Alkatiri Daftar di DPD Golkar |
|
|---|
| Pleno TPAKD Semester I Digelar di Malteng, Bupati Ajak Bersinergi Perluas Akses Keuangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kadinsos-Malteng.jpg)