Demo di Masohi
Mapolres Malteng Kembali Diseruduk Demonstran: Tuntut Evaluasi Penanganan Konflik
Salah satu tuntutannya yakni meminta Polres Maluku Tengah mengevaluasi penanganan konflik yang terjadi di Bumi Pamahanu Nusa.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Mapolres Maluku Tengah kembali diseruduk puluhan masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA), Kamis (4/9/2025) sekira pukul 11.35 WIT.
Puluhan pendemo ini menuntut sejumlah persoalan yang santer menjadi sorotan publik belakangan ini.
Salah satu tuntutannya yakni meminta Polres Maluku Tengah mengevaluasi penanganan konflik yang terjadi di Bumi Pamahanu Nusa.
Pasalnya mereka menilai Polres Maluku lamban dalam penanganan sejumlah konflik horisontal di Maluku Tengah.
Baca juga: Penuh Toleransi! Warga Muslim di Rumah Tiga Ambon jadi Peserta LGJI HUT ke-90 GPM
Pj. Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Masohi, Josua Ahwalam juga menyerukan sejumlah tuntutan nasional.
Diantaranya, mengecam tindakan represif dan brutalitas aparat kepolisian dalam menangani massa aksi
"Tangkap, adili dan proses hukum para anggota dan komandan aparat kepolisian yang memerintahkan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap demonstran," tegas Josua.
Ia juga menuntut agar dibebaskannya pendemo di seluruh Indonesia, menuntut dibebaskannya dua Masyarakat Adat dari Negeri Haya.
Baca juga: Evaluasi Pengawasan Pemilu di Malteng, Komisioner Bawaslu: Kami Tak Alergi Kritik
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Masohi, Ahmad Samalehu juga mengecam sikap represif aparat kepolisian.
Pasalnya tindakan tersebut membuat Mantan Ketua Kohati Badko HMI di Maluku Utara alami cedera.
"Kami sampaikan bahwa mahasiswa bukan musuh Polri atau kepolisian. Kita tahu betul kita berdiri untuk siapa," tegas Samalehu.
Para demonstran diterima oleh Wakapolres Maluku Tengah, Kompol. Ruben M.H Sihombing. Ia menyampaikan terima kasih atas penyampaian aspirasi secara aman dan kondusif.
"Kami menerima segala kritik dengan segala baik, tentu hal ini juga demi perbaikan pelayanan kami kepada masyarakat Maluku Tengah," tukas Wakapolres.
Untuk diketahui, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) merupakan gabungan OKP Cipayung Plus dari HMI Masohi, GMKI Masohi, KAMMI Daerah Masohi, serta sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari STIKIP Gotong Royong Masohi, Universitas Dr. Djar Wattiheluw, dan Sekolah Tinggi Said Perintah Masohi. (*)
| Demo di Mapolres Malteng, AMPERA Desak Polisi Bebaskan 127 Masa Aksi se-Indonesia |
|
|---|
| Pendemo Tuntut Bebaskan 2 Masyarakat Adat Haya, Ini Respon Kapolres Malteng |
|
|---|
| 200 Personil Polisi Dikerahkan Amankan Demo di Maluku Tengah |
|
|---|
| Melalui Secarik Surat, Bupati Maluku Tengah Pastikan Meneruskan Aspirasi Pendemo |
|
|---|
| Pendemo di Maluku Tengah Sampaikan 14 Poin Tuntutan, Termasuk Evaluasi Direktur RSUD Masohi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/silmdf.jpg)