Rabu, 15 April 2026

Demo di Masohi

Mapolres Malteng Kembali Diseruduk Demonstran: Tuntut Evaluasi Penanganan Konflik

‎Salah satu tuntutannya yakni meminta Polres Maluku Tengah mengevaluasi penanganan konflik yang terjadi di Bumi Pamahanu Nusa.

Silmi Suailo
DEMONSTRASI - Aksi demonstrasi di Mapolres Maluku Tengah, Kamis (4/9/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Mapolres Maluku Tengah kembali diseruduk puluhan masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA), Kamis (4/9/2025) sekira pukul 11.35 WIT.

‎Puluhan pendemo ini menuntut sejumlah persoalan yang santer menjadi sorotan publik belakangan ini.

‎Salah satu tuntutannya yakni meminta Polres Maluku Tengah mengevaluasi penanganan konflik yang terjadi di Bumi Pamahanu Nusa.

‎Pasalnya mereka menilai Polres Maluku lamban dalam penanganan sejumlah konflik horisontal di Maluku Tengah.

Baca juga: Penuh Toleransi! Warga Muslim di Rumah Tiga Ambon jadi Peserta LGJI HUT ke-90 GPM



‎Pj. Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Masohi, Josua Ahwalam juga menyerukan sejumlah tuntutan nasional.

‎Diantaranya, mengecam tindakan represif dan brutalitas aparat kepolisian dalam menangani massa aksi

‎"Tangkap, adili dan proses hukum para anggota dan komandan aparat kepolisian yang memerintahkan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap demonstran," tegas Josua. 

‎Ia juga menuntut agar dibebaskannya pendemo di seluruh Indonesia, menuntut dibebaskannya dua Masyarakat Adat dari Negeri Haya. 

Baca juga: Evaluasi Pengawasan Pemilu di Malteng, Komisioner Bawaslu: Kami Tak Alergi Kritik



‎Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Masohi, Ahmad Samalehu juga mengecam sikap represif aparat kepolisian.

‎Pasalnya tindakan tersebut membuat Mantan Ketua Kohati Badko HMI di Maluku Utara alami cedera.

‎"Kami sampaikan bahwa mahasiswa bukan musuh Polri atau kepolisian. Kita tahu betul kita berdiri untuk siapa," tegas Samalehu. 



‎Para demonstran diterima oleh Wakapolres Maluku Tengah, Kompol. Ruben M.H Sihombing. Ia menyampaikan terima kasih atas penyampaian aspirasi secara aman dan kondusif.

‎"Kami menerima segala kritik dengan segala baik, tentu hal ini juga demi perbaikan pelayanan kami kepada masyarakat Maluku Tengah," tukas Wakapolres.

‎Untuk diketahui, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) merupakan gabungan OKP Cipayung Plus dari HMI Masohi, GMKI Masohi, KAMMI Daerah Masohi, serta sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari STIKIP Gotong Royong Masohi, Universitas Dr. Djar Wattiheluw, dan Sekolah Tinggi Said Perintah Masohi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved