Sabtu, 18 April 2026

Malteng Hari Ini

Akses Pendakian Gunung Salahutu Rusak Parah, Dikeluhkan Warga hingga Turis

Jalan menuju Gunung Salahutu rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan, kini hanya berupa kerikil.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Novanda Halirat
JALAN RUSAK- Tampak jalan rusak di area Bascamp Gunung Salahutu, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (6/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jalan menuju Gunung Salahutu rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan, kini hanya berupa kerikil.
  • Kondisi ini dikeluhkan warga dan wisatawan karena membahayakan, terutama di jalur menanjak.
  • Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses, termasuk menuju Rumah Pohon Waai.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Akses jalan menuju jalur pendakian Gunung Salahutu di Kabupaten Maluku Tengah dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan.

Jalan tersebut rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Padahal, jalur ini tidak hanya digunakan warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. 

Kondisi jalan yang buruk pun kerap dikeluhkan para pendaki.

Baca juga: 6 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Rp 9,7 Miliar Disidik, Kejaksaan Minta Publik Jangan Khawatir

Baca juga: Buka Tes Akademik SMP 2026, Pemkab SBT Tekan Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (6/4/2026), badan jalan dengan lebar sekitar 1,7 meter itu sudah tidak beraspal dan hanya tersisa kerikil.

Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terlebih karena jalannya menanjak.

Akses ini juga menjadi jalur menuju destinasi wisata Rumah Pohon Waai serta kawasan permukiman warga yang telah lama menetap di sekitar lokasi.

Salah seorang warga, Lita Lestusen (29), mengaku kerusakan jalan telah terjadi sejak lama, bahkan sebelum dirinya tinggal di kawasan tersebut.

“Sejak saya tinggal tahun 2019, belum pernah ada perbaikan. Apalagi setelah gempa, jalan makin berkerikil dan harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski kondisi jalan rusak, warga tetap terpaksa melintas karena tidak memiliki akses alternatif.

Lita berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar mobilitas warga dan wisatawan menjadi lebih aman dan nyaman, terlebih dengan adanya rencana pembangunan rumah oleh beberapa warga di kawasan tersebut.

“Kalau bisa diperbaiki, supaya warga yang tinggal di sini bisa lewat dengan baik,” harapnya. 

Diketahui, Gunung Salahutu merupakan gunung setinggi ±1.038 mdpl di Pulau Ambon yang berstatus hutan lindung dan bukan gunung api aktif. 

Gunung ini menjadi sumber air penting bagi masyarakat sekitar serta memiliki hutan tropis yang masih alami. 

Selain itu, Salahutu dikenal sebagai destinasi pendakian dengan beberapa jalur populer seperti Soya, Tulehu, dan Waai, meski akses dan fasilitasnya masih terbatas.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved