Maluku Hari ini
Menelusuri Proyek MIP Maluku: Waisarisa SBB- Ambon, Libatkan Bank Dunia
Tujuan MIP untuk memutus ketergantungan logistik Maluku dari Surabaya–Makassar yang memicu disparitas harga, terutama di wilayah kepulauan.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Proyek Maluku Integrated Port melalui proses panjang sejak era Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo (Ambon New Port), lalu dihidupkan kembali di era Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
- Tujuan MIP untuk memutus ketergantungan logistik Maluku dari Surabaya–Makassar yang memicu disparitas harga, terutama di wilayah kepulauan.
- Kajian Bank Dunia menilai lokasi paling ideal berada di Pulau Ambon, sehingga Pemprov Maluku mengarahkan MIP sebagai pelabuhan terintegrasi multi-fungsi
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Proyek Maluku Integrated Port (MIP) bukan lahir dalam semalam.
Ia melewati proses panjang, tarik-ulur gagasan, hingga kajian teknis lintas lembaga.
Di era Kepemimpinan Hendrik Lewerissa, proyek ini kembali dihidupkan dengan pendekatan baru yang disebut lebih realistis, berbasis kajian, dan mempertimbangkan keberlanjutan investasi.
Baca juga: Jadwal KM Sinabung 2 Maret - 1 April 2026: Berlayar ke Bau Bau, Banggai, Bitung
Baca juga: Polemik Dua Surat Rapat Matarumah Parentah Negeri Soya, Reno Rehatta: Ada Apa?
*Bagaimana Jejaknya? Dari Ambon New Port ke Maluku Integrated Port*
Gagasan pelabuhan besar di Maluku sejatinya sudah muncul sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan berlanjut pada masa Joko Widodo dengan nama Ambon New Port.
Ini ditegaskan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam konferensi pers dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Asisten Administrasi Umum Setda Maluku, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, serta insan pers, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku pada Kamis (26/2/2026).
Ia menuturkan bahwa kala itu, lokasi direncanakan di Wai. Dan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.
Namun hingga akhir periode kedua Presiden tersebut, proyek belum terealisasi.
Resmi di Maluku, Kepemimpinan ialah Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, membawa pendekatan berbeda.
Nama proyek diubah menjadi Maluku Integrated Port.
“Oleh saya dan Pak wakil gubernur bapak Abdulah Vanath, sebelum kami dilantik kami datang dengan rencana ke Beppenas, untuk menyampaikan usulan pembangunan tapi kami menggunakan istilah namanya Maluku Integrated Port, bukan Ambon, karena ini Maluku,” ucap Lewerissa kepada rekan media.
“Kami tidak ingin terkesan hanya untuk Ambon. Ini untuk Maluku secara Keseluruhan,” tegas Gubernur.
*Akar Masalah : Disparitas Harga dan Ketergantungan Logistik *
Maluku yang berada di jantung kawasan timur Indonesia, justru terlalu lama hingga saat ini bergantung pada distribusi logistik dari Surabaya dan Makassar.
| Dugaan Korupsi Proyek Jalan Namlea - Bara, Kejati Maluku Periksa Kacab Askrindo |
|
|---|
| Seleksi Taruna Akpol 2026 di Polda Maluku Diawasi Ketat, Sistem CAT Dipastikan Bebas Intervensi |
|
|---|
| 2 Tersangka Penyelundupan Merkuri di Ambon Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara, Denda Rp100 Miliar |
|
|---|
| Wakajati hingga Empat Kajari Baru Dilantik, Kajati Maluku Minta Penanganan Korupsi Harus Diutamakan |
|
|---|
| Ini Daftar Nama Korban Selamat Tenggelamnya Kapal Pinisi KLM Cajoma V di Perairan Malteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Mip-proyek-baru.jpg)