Kamis, 7 Mei 2026

Maluku Terkini

‎Jalan Kaki dari Papua Hingga ke Maluku, Begini Cerita Musafir GenZ

‎‎Dalam diskusi interaktif yang berlangsung  di Ruang Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Rabu (4/2/2026), Fatur Restu Gusti menceritakan

Tayang: | Diperbarui:
TribunAmbon.com/Silmi Sirati Suailo
FATIR RESTU GUSTI - Fatur Restu Gusti alias Musafir GenZ yang belakangan melakoni jalan kaki dari Papua ke Maluku sejak Juli 2025 lalu 
Ringkasan Berita:
  • Musafir GenZ alias Fatir Restu Gusti berjalan kaki dari Papua ke Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
  • ‎Ia memasuki Maluku dimulai dari Pelabuhan Sesar, Kota Bula, Seram Bagian Timur sekira tanggal 24 Desember 2025 dengan moda transportasi laut.‎
  • ‎Dari Kota Bula, Fatur berjalan kaki melintasi jalur Trans Seram SS, hingga tiba di Masohi Rabu 4 Februari 2026 pagi. Diketahui, Ruas Saleman-Wahai sepanjang 104 Km, sementara jalur Trans Bula-Masohi dilihat dari Google Maps memiliki jarak 326 Km. 


‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Musafir GenZ alias Ating pemuda Jawa Barat  berhasil melanglang buana dari Timur Indonesia, Merauke hingga ke Maluku.

‎Pria 27 tahun itu memulai perjalanan yang ia maknai sebagai perjalanan spiritual dengan berjalan kaki.

‎Dalam diskusi interaktif yang berlangsung  di Ruang Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Rabu (4/2/2026), Fatur Restu Gusti menceritakan awal mula perjalanan spiritualnya. 

‎Pernah bekerja di bidang pariwisata sektor travel dan tour guide, Musafir GenZ memilih resign setelah bekerja 10 tahun, dan memutuskan memulai petualangannya dengan berjalan kaki keliling Indonesia. 

‎Dulunya Musafir GenZ juga terlibat sebagai volunteer atau sukarelawan Montana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat, berbekal pengalaman itulah ia mantap mengelilingi Indonesia. 
‎ 
‎Dirinya memulai perjalanan dari Bekasi ke Timika, Papua Tengah dengan moda transportasi udara pada Juli 2025.

‎Ia landing di Timika melanjutkan perjalanan ke Merauke hingga ke Maluku. 

Baca juga: Pemda SBT Usul ke BGN: Ganti Nasi jadi Sagu di Menu Makan Bergizi Gratis

Baca juga: Mercy Barends Desak Pemulangan WNI Asal SBT  Maluku, Korban Dugaan TPPO



‎Di Merauke ia memulai pengalaman barunya mengenal masyarakat lokal dari Timur Indonesia. Dirinya bersyukur karena di tengah perjalanan ia menemukan keramahan masyarakat lokal.

‎"Perjalanan spiritual, dimulai dari merasa kecewa dengan manusia. Saya yakin Allah pasti membantu saya," ujar Musafir GenZ.

‎Ia memasuki Maluku dimulai dari Pelabuhan Sesar, Kota Bula, Seram Bagian Timur (SBT), sekira tanggal 24 Desember 2025 dengan moda transportasi laut Kapal KM Sabuk 75.

‎Dari Kota Bula, Musafir GenZ berjalan kaki melintasi jalur Trans Seram SS, hingga tiba di Masohi Rabu 4 Februari 2026 pagi. Diketahui, Ruas Saleman-Wahai sepanjang 104 Km, sementara jalur Trans Bula-Masohi dilihat dari Google Maps memiliki jarak 326 Km. 

‎Ia menghabiskan tiga hari dua malam tuk melintasi jalur SS, keseruan perjalanannya ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya.

‎Selama perjalan ia tak merasa kesulitan, berbekal pengetahuan mountaineering, ia berhasil melintasi Jalur SS dengan segudang pengalaman berharga.

‎"Survive tidak begitu sulit, saya juga bawa perbekalan, tapi di jalan saya banyak diberi makanan oleh pengendara, mereka sering berbagi, Alhamdulillah," imbuh dia.

‎Ia pun menyampaikan tips ketika berkemah di area terbuka antara lain, hindari berkemah di area jejak binatang, kalau tidur jangan terlalu dekat sungai, dan jangan bawa makanan berbau.

‎"Bejalan kaki mungkin sudah sebagai hobi saya, kadang saya download video di YouTube tuk menemani perjalanan," ceritanya. 

‎Ia membagikan pengalaman menariknya melintasi Jalur SS, seperti menemui hewan langkah Kakatua Maluku, Burung Nuri, Rusa, dan Burung Kasuari.

‎"Di perjalanan saya ketemu seorang Bule, kami ngobrol banyak, kami juga lihat Burung Kakatua, Burung Nuri, asyik sih, bisa melihat langsung di habitatnya," ungkap Musafir GenZ.

‎Setiap kali membagikan pengalamannya di media sosial, Musafir GenZ menyedot perhatian masyarakat Maluku khususnya Masyarakat Maluku Tengah. Terbukti, ia sering kali diminta foto bersama.

‎Tak kalah menarik, dirinya juga melihat langsung bagaimana potensi wisata di Maluku khususnya Pulau Seram. Menurutnya potensi Wisata Bahari hingga Agrowisata harus dikembangkan.

‎Musafir GenZ pun berencana untuk menuntaskan petualangannya mengelilingi Indonesia dari Merauke hingga Sabang dengan berjalan kaki. 

‎Berangkat dari perjalanannya selama tujuh bulan ini, ia berpesan bahwa etos, optimisme, konsisten, dan persisten menjadi kunci untuk melakukan satu terobosan.

‎"Tentu saya berharap ini bisa memberi dampak positif untuk diri saya dan masyarakat," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved