Maluku Terkini
Jalan Kaki dari Papua Hingga ke Maluku, Begini Cerita Musafir GenZ
Dalam diskusi interaktif yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Rabu (4/2/2026), Fatur Restu Gusti menceritakan
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Musafir GenZ alias Fatir Restu Gusti berjalan kaki dari Papua ke Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
- Ia memasuki Maluku dimulai dari Pelabuhan Sesar, Kota Bula, Seram Bagian Timur sekira tanggal 24 Desember 2025 dengan moda transportasi laut.
- Dari Kota Bula, Fatur berjalan kaki melintasi jalur Trans Seram SS, hingga tiba di Masohi Rabu 4 Februari 2026 pagi. Diketahui, Ruas Saleman-Wahai sepanjang 104 Km, sementara jalur Trans Bula-Masohi dilihat dari Google Maps memiliki jarak 326 Km.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Musafir GenZ alias Ating pemuda Jawa Barat berhasil melanglang buana dari Timur Indonesia, Merauke hingga ke Maluku.
Pria 27 tahun itu memulai perjalanan yang ia maknai sebagai perjalanan spiritual dengan berjalan kaki.
Dalam diskusi interaktif yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Rabu (4/2/2026), Fatur Restu Gusti menceritakan awal mula perjalanan spiritualnya.
Pernah bekerja di bidang pariwisata sektor travel dan tour guide, Musafir GenZ memilih resign setelah bekerja 10 tahun, dan memutuskan memulai petualangannya dengan berjalan kaki keliling Indonesia.
Dulunya Musafir GenZ juga terlibat sebagai volunteer atau sukarelawan Montana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat, berbekal pengalaman itulah ia mantap mengelilingi Indonesia.
Dirinya memulai perjalanan dari Bekasi ke Timika, Papua Tengah dengan moda transportasi udara pada Juli 2025.
Ia landing di Timika melanjutkan perjalanan ke Merauke hingga ke Maluku.
Baca juga: Pemda SBT Usul ke BGN: Ganti Nasi jadi Sagu di Menu Makan Bergizi Gratis
Baca juga: Mercy Barends Desak Pemulangan WNI Asal SBT Maluku, Korban Dugaan TPPO
Di Merauke ia memulai pengalaman barunya mengenal masyarakat lokal dari Timur Indonesia. Dirinya bersyukur karena di tengah perjalanan ia menemukan keramahan masyarakat lokal.
"Perjalanan spiritual, dimulai dari merasa kecewa dengan manusia. Saya yakin Allah pasti membantu saya," ujar Musafir GenZ.
Ia memasuki Maluku dimulai dari Pelabuhan Sesar, Kota Bula, Seram Bagian Timur (SBT), sekira tanggal 24 Desember 2025 dengan moda transportasi laut Kapal KM Sabuk 75.
Dari Kota Bula, Musafir GenZ berjalan kaki melintasi jalur Trans Seram SS, hingga tiba di Masohi Rabu 4 Februari 2026 pagi. Diketahui, Ruas Saleman-Wahai sepanjang 104 Km, sementara jalur Trans Bula-Masohi dilihat dari Google Maps memiliki jarak 326 Km.
Ia menghabiskan tiga hari dua malam tuk melintasi jalur SS, keseruan perjalanannya ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya.
Selama perjalan ia tak merasa kesulitan, berbekal pengetahuan mountaineering, ia berhasil melintasi Jalur SS dengan segudang pengalaman berharga.
"Survive tidak begitu sulit, saya juga bawa perbekalan, tapi di jalan saya banyak diberi makanan oleh pengendara, mereka sering berbagi, Alhamdulillah," imbuh dia.
Ia pun menyampaikan tips ketika berkemah di area terbuka antara lain, hindari berkemah di area jejak binatang, kalau tidur jangan terlalu dekat sungai, dan jangan bawa makanan berbau.
"Bejalan kaki mungkin sudah sebagai hobi saya, kadang saya download video di YouTube tuk menemani perjalanan," ceritanya.
Ia membagikan pengalaman menariknya melintasi Jalur SS, seperti menemui hewan langkah Kakatua Maluku, Burung Nuri, Rusa, dan Burung Kasuari.
"Di perjalanan saya ketemu seorang Bule, kami ngobrol banyak, kami juga lihat Burung Kakatua, Burung Nuri, asyik sih, bisa melihat langsung di habitatnya," ungkap Musafir GenZ.
Setiap kali membagikan pengalamannya di media sosial, Musafir GenZ menyedot perhatian masyarakat Maluku khususnya Masyarakat Maluku Tengah. Terbukti, ia sering kali diminta foto bersama.
Tak kalah menarik, dirinya juga melihat langsung bagaimana potensi wisata di Maluku khususnya Pulau Seram. Menurutnya potensi Wisata Bahari hingga Agrowisata harus dikembangkan.
Musafir GenZ pun berencana untuk menuntaskan petualangannya mengelilingi Indonesia dari Merauke hingga Sabang dengan berjalan kaki.
Berangkat dari perjalanannya selama tujuh bulan ini, ia berpesan bahwa etos, optimisme, konsisten, dan persisten menjadi kunci untuk melakukan satu terobosan.
"Tentu saya berharap ini bisa memberi dampak positif untuk diri saya dan masyarakat," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/FATIR-RESTU-33.jpg)