SBT Hari Ini
Pemda SBT Usul ke BGN: Ganti Nasi jadi Sagu di Menu Makan Bergizi Gratis
Sagu dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu komponen utama dalam menu MBG, khususnya sebagai sumber karbohidrat.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bakal mengusulkan untuk memasukan pangan lokal sagu dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pasalnya, sagu dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu komponen utama dalam menu MBG, khususnya sebagai sumber karbohidrat untuk menggantikan nasi dan energi bagi penerima manfaat.
- Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Nofel Alkatiri, Rabu (4/2/2026).
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bakal mengusulkan untuk memasukan pangan lokal sagu dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
MBG adalah program pemerintah Indonesia, diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi gratis.
Sasaran utamanya adalah anak sekolah (PAUD-menengah), balita, ibu hamil, dan menyusui untuk menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas SDM, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Sagu sendiri bagi Pemkab SBT, dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu komponen utama dalam menu MBG, khususnya sebagai sumber karbohidrat untuk menggantikan nasi dan energi bagi penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Nofel Alkatiri, Rabu (4/2/2026).
“Kita di SBT juga tidak diam, kita punya sagu. Kita lagi bahas bagaimana menu MBG itu salah satunya adalah sagu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini pembahasan pemanfaatan sagu masih dilakukan secara internal bersama dinas terkait, sebelum nantinya diajukan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“Itu lagi didiskusikan di internal, di dinas. Mudah-mudahan kalau dia berkembang, kita akan diskusikan dengan Badan Gizi Nasional,” katanya.
Baca juga: Widya Pratiwi Selamat dari Pemeriksaan Kasus Korupsi Kwarda Pramuka Maluku
Baca juga: Pemdes Wayame Bakal Pasang Papan Peringatan Aturan Buang Sampah yang Benar
Namun demikian, Nofel menegaskan bahwa pemanfaatan sagu dalam menu MBG tetap harus melalui perhitungan dan kajian dari tim ahli gizi.
Terkait bentuk penyajian, Nofel menyebut sagu tidak akan disajikan secara konvensional, melainkan diolah agar sesuai dengan standar dan kemasan MBG.
“Tapi nanti dihitung oleh tim ahli gizi, karena ini menyangkut standar gizi. Nggak mungkin sagu lemping kita masukin dalam ompreng, mungkin mie sagu atau nadi sagu,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, apabila proses kajian dan pembahasan tersebut berjalan lancar, menu berbahan dasar sagu bisa mulai dihadirkan secara berkala dalam program MBG.
“Kalau kita sudah sampai, insya Allah MBG berikutnya itu mungkin satu minggu atau satu dua kali ada menu sagunya di dalam,” katanya.
Kata dia, dorongan penggunaan sagu sebagai salah satu menu MBG termasuk bagian dari strategi jangka panjang agar pangan lokal tetap hidup dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Dirinya berharap ke depan Program MBG dapat menjadi ruang kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat pangan lokal seperti sagu.
“Insya Allah nanti kalau memang MBG bisa diajak kerja, karena MBG ini pemerintah pusat yang turun langsung, kita di sini satgas, jadi kita bisa kerjasama dan kolaborasi yang baik,” tandasnya.(*)
| Pemkab SBT Ungkap Polemik BSPS di Negeri Hote, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pemkab Seram Bagian Timur Pastikan Negeri Hote Tetap Dapat BSPS, Dijanjikan Masuk Tahap Ketiga |
|
|---|
| Proyek Rp1,7 Miliar Revitalisasi SMPN 18 Mangkrak, Kejati Diminta Turun Tangan Usut |
|
|---|
| Proyek Revitalisasi SMPN 18 SBT Bernilai Rp1,7 Miliar Mangkrak, Kepsek Diminta Bertanggung Jawab |
|
|---|
| Investor Pisang Abaka Kantongi 3.185 Hektare Lahan di Bula Barat SBT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sagu-tumang-2.jpg)