Maluku Terkini
IMI Maluku Akui Sudah Ingatkan Risiko Sirkuit, Kecelakaan Ojan Terjadi Usai Bendera Finish Berkibar
Febrian menegaskan, insiden yang membuat Ojan kini kritis dan dirawat intensif di ruang ICU RSUD Cendrawasih Dobo
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
TRIBUNAMBON.COM – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku, Febrian Kermite, akhirnya buka suara terkait kecelakaan serius yang menimpa pembalap muda Mauzali Fauzan Tuasikal alias Ojan Tuasikal pada ajang Road Race Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (17/12/2025).
Febrian menegaskan, insiden yang membuat Ojan kini kritis dan dirawat intensif di ruang ICU RSUD Cendrawasih Dobo terjadi saat race ke-6 Kualifikasi Time Trial (QTT) kelas Matic sudah dinyatakan selesai.
“Race itu sebenarnya sudah saya angkat bendera finish. Tapi masih ada beberapa motor yang tetap melaju, termasuk Ojan,” kata Febrian saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/12/2025) malam.
Menurutnya, kecelakaan terjadi di lintasan berbahaya antara tikungan dua (R2) menuju tikungan tiga (R3).
Ojan sempat menyalip satu motor di depannya, namun kemudian keluar jalur dan terjatuh dengan keras.
Baca juga: Minyak Tanah di Ambon Tak Langka, Pertamina Jamin Stok Nataru 2026 Aman
Baca juga: Jenazah Abdul Mukti Diberangkatkan ke Amarsekaru, Wakil Bupati SBT Sampaikan Duka: Mohon Dimaafkan
Namun di balik kejadian itu, Febrian mengungkap fakta penting bahwa peringatan soal aspek keselamatan sirkuit sebenarnya sudah disampaikan jauh hari sebelum lomba digelar.
“Satu hari sebelum latihan resmi, saya sudah sampaikan ke panitia bahwa sirkuit ini kurang safety, khususnya dari R2 ke R3,” ujarnya.
Ia bahkan mengusulkan agar sirkuit diubah menjadi lebih pendek demi memudahkan pengawasan dan meningkatkan keamanan di seluruh sudut lintasan.
Namun usulan tersebut ditolak.
“Panitia bersama seluruh pembalap saat itu protes dan menolak usulan perubahan sirkuit,” jelas Febrian.
Karena usulannya tidak diterima, ia kemudian meminta agar jika sirkuit tetap digunakan dalam jalur panjang.
Selain itu pembalap dan panitia diminta membuat pernyataan bersama agar IMI Maluku tidak diprotes apabila terjadi kecelakaan.
“Seluruh pembalap dan panitia akhirnya setuju, dengan catatan sirkuit dibuat lebih safety lagi,” katanya.
Febrian mengklaim, setelah dilakukan penyesuaian pengaman dan digelar latihan resmi, tidak ada lagi protes dari pembalap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/IMI-ojan.jpg)