Minggu, 10 Mei 2026

Maluku Terkini

Impor Maluku Turun US 124,75 Juta pada Januari–Oktober 2025

Menurutnya ini dipicu oleh adanya penurunan impor migas sebesar 31,80 persen dan non migas sebesar 79,32 persen.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Tribun Bisnis
Ilustrasi - 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM -  Nilai impor Maluku Oktober 2025 turun 32,11 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Tercatat pada Oktober 2024 nilainya sebesar US$32,21 juta menjadi US$21,87 juta.

Hal ini disampaikan Plh. Kepala BPS Provinsi Maluku, Jessica Pupella, dalam acara peluncuran Berita Resmi Statistik (BRS) untuk Desember 2025 di Kantornya yang beralamat di jalan Wolter Monginsidi, Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Menurutnya ini dipicu oleh adanya penurunan impor migas sebesar 31,80 persen dan non migas sebesar 79,32 persen.

Baca juga: Demi Keadilan, Hajrawati Minta Proses Hukum Dipercepat: Pelaku Harus Mendekam di Penjara

Baca juga: Dishub Malteng Cek Kesiapan Armada di ASDP dan Panca Karya Jelang Nataru

Jika dilihat berdasarkan tahun berjalan sejak Januari -Oktober 2025, mencapai US$274,55 juta atau turun US$124,75 juta (-31,24 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. 

Penurunan ini disebabkan berkurangnya impor migas US$109,47 juta (-28,72 persen). 

Demikian halnya nilai impor nonmigas turun US$15,27 juta (-84,45 persen). 

Komoditas yang diimpor pada periode ini adalah komoditi migas berupa bahan bakar mineral senilai US$271,74 juta, dan komoditas nonmigas senilai US$2,81 juta dalam bentuk plastik lembaran dan kemasan, kotak/kemasan dari karton, barang tekstil lainnya, mesin untuk keperluan umum/khusus dan peralatan listrik. 

Berdasarkan negara tujuan, total nilai impor nonmigas dari ASEAN pada Januari-Oktober 2025 mencapai US$271,74 juta atau turun 31,63 persen dibandingkan Januari-Oktober 2024. 

Kondisi ini terutama dipengaruhi menurunnya nilai impor dari beberapa negara utama seperti Singapura
(-33,31 persen), Malaysia (-14,39 persen), dan Vietnam (-100,00 persen). 

Selain dari ASEAN, impor Maluku juga berasal dari Tiongkok senilai US$2,81 juta, naik 52,82 persen, dari US$1,84 juta di periode yang sama tahun 2024.

Dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Januari–Oktober 2025, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh Singapura 70,14 persen (US$192,57 juta), diikuti oleh Malaysia 28,83 persen (US$79,17 juta), dan Tiongkok 1,02 persen (US$2,81 juta). 

Selanjutnya, kontribusi ASEAN 98,98 persen dan Asia lainnya 1,02 persen.

Berdasarkan pelabuhan bongkar, nilai impor melalui Pelabuhan Yos Sudarso mengalami penurunan sebesar 31,56 persen. 

Sebaliknya, terjadi peningkatan pada Pelabuhan Wahai di Maluku Tengah mencapai 42,29 persen dari  US$ 1,72 juta menjadi US$ 2,45 juta. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved