Maluku Hari ini
Mengenal Simbol Kearifan Budaya Melalui Gelang Tangan 'Malite' Khas Negeri Manusela
Negeri di kawasan kaki Gunung Murkele Pulau Seram Maluku itu menorehkan simbol budaya melalui seni kriya gelang 'Malite'.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Anyaman gelang tangan dari bahan alam menjadi simbol kearifan budaya di Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah.
Negeri Manusela berada di kawasan Taman Nasional Manusela, Pulau Seram.
Negeri di kawasan kaki Gunung Murkele Pulau Seram Maluku itu menorehkan simbol budaya melalui seni kriya gelang 'Malite'.
Bahan dasar Gelang Malite terbuat dari tanaman Rotan Jawa yang memiliki nama latin Calamus Ornatus Blume, dalam bahasa lokal setempat, Rotan Jawa dikenal sebagai 'Kiawa'.
Bahan lainnya ialah dan tanaman pakis, dalam bahasa lokal dikenal dengan paku-paku kawa atau 'ekano'.
Gelang tangan Malite biasa digunakan masyarakat Manusela saat upacara adat, Tarian cakalele, maupun penjemputan tamu.
Selain itu, Gelang Malite juga dijadikan cendera mata bagi pengunjung yang menginjakkan kaki di Negeri atas awan itu.
Baca juga: 6 Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Warga Hunuth Kini Ditetapkan DPO
Baca juga: Ancaman di Medsos Picu Rapat Darurat, Pelajar MA Hila Diamankan Polisi
Anyaman Malite ini dibuat variasi mulai dari warna anyaman, ukuran dan bentuk anyaman tergantung kebutuhan pemakai.
Dalam keterangan tertulis yang diterima TribunAmbon.com, Sabtu (4/10/2025), salah satu Warga Manusela, Petrus Amanukuany (57) sapaan akrabnya, Paman, adalah seorang pegiat anyaman Gelang Malite.
Mulanya, ia menekuni pekerjaan ini pasca Operation Raleigh Manusela pada tahun 1987 sampai dengan saat ini.
Bagi Petrus Amanukuany, anyaman tersebut menjadi kearifan lokal, keunggulan kompetitif masyarakat dan juga simbol budaya yang harus terus dilestarikan.
Harapannya Gelang Malite bukan sekedar kearifan biasa melainkan simbol budaya yang terus dilestarikan.
"Diwariskan dari generasi ke generasi sehingga menjadi bagian dari masyarakat Manusela itu sendiri," jelas Petrus. (*)
| Korupsi Dana Hibah Gereja di KKT Rp1 Miliar, Dua Terdakwa Dituntut 5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Desak Usut Tuntas Sianida Ilegal, Ini 5 Tuntutan Tegas Konsorsium Masyarakat ke DPRD Maluku |
|
|---|
| Aksi Ketiga Konsorsium Masyarakat, DPRD Maluku Diminta Bongkar Tuntas Dugaan Sianida Ilegal |
|
|---|
| Irwasda Polda Maluku Turun Tangan, Seleksi Bintara Polri 2026 Dijamin Bersih dan Transparan |
|
|---|
| Bangkitkan Peran Pemuda, Karang Taruna Maluku Siapkan Pelantikan, Rakerda hingga Expo Besar Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Malite.jpg)