Rabu, 6 Mei 2026

Maluku Hari ini

Mengenal Simbol Kearifan Budaya Melalui Gelang Tangan 'Malite' Khas Negeri Manusela

Negeri di kawasan kaki Gunung Murkele Pulau Seram Maluku itu menorehkan simbol budaya melalui seni kriya gelang 'Malite'. 

Tayang:
Istimewa
GELANG MALITE - Gelang Malite khas Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah. 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Anyaman gelang tangan dari bahan alam menjadi simbol kearifan budaya di Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah.

‎Negeri Manusela berada di kawasan Taman Nasional Manusela, Pulau Seram.

‎Negeri di kawasan kaki Gunung Murkele Pulau Seram Maluku itu menorehkan simbol budaya melalui seni kriya gelang 'Malite'. 

‎Bahan dasar Gelang Malite terbuat dari tanaman Rotan Jawa yang memiliki nama latin Calamus Ornatus Blume, dalam bahasa lokal setempat, Rotan Jawa dikenal sebagai 'Kiawa'.  

Bahan lainnya ialah dan tanaman pakis, dalam bahasa lokal dikenal dengan paku-paku kawa atau 'ekano'. 

‎Gelang tangan Malite biasa digunakan masyarakat  Manusela saat upacara adat, Tarian cakalele, maupun penjemputan tamu.

‎Selain itu, Gelang Malite juga dijadikan cendera mata bagi pengunjung yang menginjakkan kaki di Negeri atas awan itu. 

Baca juga: 6 Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Warga Hunuth Kini Ditetapkan DPO

Baca juga: Ancaman di Medsos Picu Rapat Darurat, Pelajar MA Hila Diamankan Polisi



‎Anyaman Malite ini dibuat variasi mulai dari warna anyaman, ukuran dan bentuk anyaman tergantung kebutuhan pemakai.

‎Dalam keterangan tertulis yang diterima TribunAmbon.com, Sabtu (4/10/2025), salah satu Warga Manusela, Petrus Amanukuany (57) sapaan akrabnya, Paman, adalah seorang pegiat anyaman Gelang Malite.

‎Mulanya, ia menekuni pekerjaan ini pasca Operation Raleigh Manusela pada tahun 1987 sampai dengan saat ini. 

‎Bagi Petrus Amanukuany, anyaman tersebut menjadi kearifan lokal, keunggulan kompetitif masyarakat dan juga simbol budaya yang harus terus dilestarikan. 

‎Harapannya Gelang Malite bukan sekedar kearifan biasa melainkan simbol budaya yang  terus dilestarikan.

‎"Diwariskan dari generasi ke generasi sehingga menjadi bagian dari masyarakat Manusela itu sendiri," jelas Petrus. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved