Kamis, 11 Juni 2026

Maluku Hari ini

Bantah Versi Basarnas: Farhan Kelian Tegaskan Rombongan Turun Sendiri dari Gunung Simalopu

Pendaki Gunung Simalopu, Farhan Kelian, membantah informasi bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak saat pendakian di Maluku Tengah.

Tayang:
Istimewa/ISTIMEWEA
13 PENDAKI-Pendaki Gunung Simalopu saat berada di jalur pendakian. Salah satu anggota rombongan membantah kabar bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak, dan menegaskan hanya dua orang mengalami hipotermia serta satu orang mengalami sakit kaki. 
Ringkasan Berita:
  • Pendaki Gunung Simalopu, Farhan Kelian, membantah informasi bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak saat pendakian di Maluku Tengah.
  • Insiden hanya melibatkan dua pendaki yang mengalami hipotermia dan satu pendaki sakit kaki, sementara seluruh rombongan tetap mengetahui jalur turun dan bergerak secara mandiri.
  • Tim Basarnas bertemu rombongan saat mereka sudah berada di sekitar Pos 2, memberikan pemeriksaan medis, lalu mengawal pendaki hingga tiba dengan selamat di Pos 1.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Salah seorang pendaki Gunung Simalopu, Kabupaten Maluku Tengah, Farhan Kelian (23), membantah sejumlah informasi yang beredar terkait operasi penyelamatan 13 pendaki oleh Basarnas Ambon.

Mahasiswa yang ikut dalam rombongan pendakian tersebut menegaskan bahwa kelompok mereka tidak pernah terjebak maupun tersesat di gunung sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Menurut Farhan, kondisi darurat yang terjadi saat pendakian hanya melibatkan dua orang pendaki yang mengalami gejala hipotermia serta satu orang yang mengalami sakit pada kaki, namun tidak sampai mengalami cedera serius.

"Jadi kesimpulannya, kami tidak tersesat atau terjebak. Bukan juga 13 orang mengalami hipotermia seperti yang dipahami masyarakat. Hanya dua orang yang mengalami hipotermia dan satu orang sakit kaki," kata Farhan dalam klarifikasinya, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Jelang Musda KNPI Malra, 10 Bakal Calon Resmi Ambil Formulir Pendaftaran

Baca juga: Putusan PTUN Belum Dijalankan, Reno Rehatta Harap Wali Kota Tuntaskan Sengketa Raja Negeri Soya

Farhan menjelaskan, rombongan berjumlah 22 orang memulai pendakian dari Pos 1 yang berada di kawasan Tulehu pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIT setelah tiba menggunakan sepeda motor.

Malam pertama pendakian berlangsung normal tanpa ada gangguan kesehatan. 

Namun pada Minggu dini hari, cuaca di kawasan Puncak Ewang berubah ekstrem dengan hujan, angin kencang dan kabut tebal yang membasahi tenda para pendaki.

Setelah cuaca membaik, rombongan membagi diri menjadi dua kelompok untuk melanjutkan perjalanan menuju Puncak Simalopu.

Dalam perjalanan, salah satu anggota kelompok kedua mengalami sakit pada kakinya sehingga tidak dapat melanjutkan pendakian. 

Rombongan kemudian kembali membagi kelompok untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.

Farhan mengatakan kelompok pertama berhasil mencapai puncak dan kembali ke camp dengan selamat. 

Sementara kelompok kedua sempat menghadapi situasi ketika seorang pendaki mengalami gejala hipotermia saat perjalanan turun.

Korban pertama langsung ditangani oleh rekan-rekannya hingga kondisinya membaik. 

Namun tidak lama kemudian, seorang pendaki lainnya juga mengalami hipotermia saat berada di kawasan Puncak Sipil.

"Korban langsung mendapat pertolongan pertama. Bahkan ada empat pendaki dari rombongan lain yang kebetulan melintas dan ikut membantu proses penanganan," jelasnya.

Setelah kondisi kedua pendaki membaik, seluruh rombongan kembali ke camp. 

Namun salah satu korban kembali mengalami hipotermia ketika cuaca buruk kembali melanda kawasan Puncak Ewang.

Karena kondisi tersebut belum membaik hingga malam hari, rombongan kemudian menghubungi layanan darurat 112 untuk meminta bantuan agar dapat tersambung dengan Basarnas Ambon.

Farhan mengungkapkan koordinasi dengan Basarnas dilakukan sekitar pukul 20.12 WIT. 

Sambil menunggu bantuan, sebagian pendaki memilih turun lebih dulu sehingga tersisa 13 orang yang tetap mendampingi korban.

Namun karena kondisi korban mulai stabil dan cuaca semakin memburuk, rombongan memutuskan turun secara mandiri dari camp menuju Pos 1.

"Kami turun sendiri karena kondisi teman yang mengalami hipotermia sudah membaik dan cuaca tidak memungkinkan bertahan lebih lama di puncak," ujarnya.

Dalam perjalanan turun, rombongan kembali terbagi menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama berjumlah delapan orang, sedangkan kelompok kedua berjumlah lima orang yang mendampingi pendaki yang mengalami sakit kaki dan gejala asma.

Menurut Farhan, pertemuan dengan tim Basarnas baru terjadi saat rombongan sudah berada di sekitar Pos 2.

Di lokasi itu, tim SAR memberikan pemeriksaan medis terhadap dua pendaki yang sebelumnya mengalami hipotermia serta penanganan kepada pendaki yang mengalami sakit kaki dan asma.

Setelah itu seluruh rombongan dikawal menuju Pos 1 sebelum dua pendaki dibawa ke RSUD Tulehu untuk pemeriksaan kesehatan.

"Hanya pemeriksaan medis seperti tensi dan pengecekan suhu tubuh. Tidak ada yang dirawat di rumah sakit karena dokter menyatakan kondisi teman-teman kami baik dan diizinkan pulang," katanya.

Farhan juga membantah sejumlah poin yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.

Ia menegaskan pendaki tidak memulai perjalanan dari Desa Liang, melainkan dari kawasan Tulehu. 

Selain itu, proses penanganan Basarnas tidak dilakukan dari puncak gunung, tetapi setelah rombongan turun dan bertemu tim SAR di sekitar Pos 2.

"Kami juga bukan pendaki yang naik tanpa persiapan. Pendakian ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Apa yang terjadi menjadi pembelajaran bagi kami ke depan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kantor SAR Ambon mengevakuasi 13 pendaki di Gunung Simalopu, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (7/6/2026) malam.

Basarnas menyebut satu pendaki mengalami hipotermia, sementara dua lainnya mengalami sesak napas dan cedera pergelangan kaki. 

Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi penyelamatan hingga seluruh pendaki berhasil turun dalam keadaan selamat.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Ambon, Andry Azwan Henaulu, menyatakan operasi SAR ditutup setelah seluruh pendaki berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan aman.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved