Minggu, 17 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Sering Kecelakaan, Warga Ureng Minta Perbaikan Jembatan dan Tagih Janji Gubernur Maluku

Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
JEMBATAN RUSAK- Tampak kondisi jembatan yang sudah rusak di Negeri Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (15/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Warga Negeri ( Desa Adat ) Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mempertanyakan pernyataan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terkait pembangunan jembatan.
  • Pasalnya, jembatan yang seharusnya menjadi jalur mobilitas itu kini menjadi keresahan masyarakat. 
  • Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan. 

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM-Warga Negeri ( Desa Adat ) Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mempertanyakan pernyataan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terkait pembangunan jembatan. 

Pasalnya, jembatan yang seharusnya menjadi jalur mobilitas itu kini menjadi keresahan masyarakat. 

Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan. 

Kondisi ini sering menyebabkan kecelakaan, tak hanya pengendara, sebagian warga juga terluka karena lubang-lubang pada jembatan tersebut. 

Jembatan yang dibangun sejak tahun 1990 dan berdiri dengan tiang besi selama 36 tahun itu tak berganti dari kayu ke beton. 

Baca juga: Oknum Polwan Polda Maluku Bantah Perselingkuhan, Suami Tegaskan Itu Bohong: Dia Sering Menginap

Baca juga: Oknum Brimob Polda Maluku Aniaya Lansia Divonis 5 Bulan Penjara, Fensen Ungkap Fakta Baru

Berdasarkan keterangan yang diterima TribunAmbon.com, jembatan ini sudah dua kali diperbaiki.

Perbaikan terakhir pada tahun 2023 lalu, dengan swasembada masyarakat dan pemuda Negeri Ureng

Melihat kondisi itu warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kondisi akses penghubung antarwilayah tersebut.

Salah seorang warga, Djafar Ely (49), mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan kondisi jembatan tersebut. 

Dirinya juga tak tanggung-tanggung menyindir pimpinan-pimpinan daerah yang sebelumnya datang pada saat kampanye pemilihan. 

Menurutnya kedatangan mereka hanya sebuah suara fiksi yang mungkin saja tidak terealisasi lagi. 

"Kami sebagai masyarakat juga termasuk kecewa, kebanyakan pemerintah atau orang-orang politik datang dengan janji untuk perbaiki jembatan ini, tapi nyatanya tidak ada," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Jumat (15/5/2026). 

Ia juga dengan tegas meminta kebijakan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang sebelumnya datang ke Negeri Ureng dan di depan Masjid, mengatakan jika terpilih maka jambatan akan diperbaiki. 

Namun hingga jelang satu tahun masa kepemimpinannya, tak ada pengerealisasian dari pemerintah. 

"Gubernur waktu datang di depan masjid, lalu bilang apabila saya terpilih nantinya, saya akan lihat serta perbaiki jembatan itu," katanya dengan menirukan kata dari Hendrik. 

Pasalnya, jembatan ini sering menyebabkan kecelakaan. 

Ia mengatakan sekitar sebulan lalu terjadi kejadian seorang anak jatuh karena menginjak lubang pada jembatan. 

Beruntungnya saat itu jalur air dipenuhi pasir, sehingga tidak menyebabkan luka serius pada anak kecil tersebut. 

"Jembatan ini sering terjadi korban, saya juga salah satu korban, bulan lalu anak kecil dia jatuh langsung di bawah untuk ada pasir dengan air yang tidak terlalu deras jadi dia tidak apa-apa," tegasnya. 

Dirinya berharap pemerintah dapat menggantikan jembatan kayu ini menjadi beton, yang dapat bertahan lama dan tidak menyebabkan kecelakaan serupa lagi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved