Kamis, 14 Mei 2026

SBT Hari Ini

3 Kali Amblas, Oprit Jembatan Wai Kian Tak Kunjung Diperbaiki Permanen

Hal itu kembali menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan untuk ketiga kalinya tanpa ada perbaikan

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
JEMBATAN DARURAT - Kondisi jembatan darurat berbahan kayu yang dibangun di atas oprit Jembatan Wai Kian yang amblas di Desa Kian, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sabtu (28/3/2026). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Oprit Jembatan Wai Kian di Desa Kian, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tak kunjungan diperbaiki. 

Kondisi itu kembali menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan untuk ketiga kalinya tanpa ada perbaikan permanen. 

Kerusakan terakhir terjadi pada Sabtu (16/8/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga siang hari. 

Derasnya aliran air mengikis tanah penyangga hingga menyebabkan oprit jembatan amblas.

Pantauan Tribunambon.com di lokasi, terlihat jembatan darurat berbahan kayu dibangun di atas bagian yang rusak. 

Baca juga: Malteng Tembus PSN Pengolahan Kelapa dan Pala Senilai Rp 640 Miliar, Bupati Dorong Hilirisasi

Baca juga: Kasus Tambang Piru: Doddy Hermawan dan Jacqueline Sahetapy Dipolisikan

Jembatan sederhana itu kini menjadi satu-satunya akses yang digunakan warga untuk melintas.

Meski masih bisa difungsikan, kondisi jembatan darurat dinilai jauh dari kata aman. 

Struktur kayu yang digunakan terlihat seadanya dan rawan rusak jika terus dilalui kendaraan setiap hari.

“Sudah tiga kali rusak seperti ini, tapi belum juga ada perbaikan permanen. Kami hanya pakai jembatan darurat saja,” ujar Bapak Sardi (32) seorang pengendara. 

Kata dia, situasi ini membuat warga harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak menentu, terutama saat cuaca buruk yang berpotensi memperparah kerusakan.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan serius agar pembangunan oprit dilakukan secara permanen, sehingga tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Kalau terus dibiarkan, pasti akan rusak lagi. Bisa saja, kayu ini lapuk sampai memakan korban yang jatuh, jadi kami berharap secepatnya bisa diperbaiki," tutupnya.(*) 

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved