Selasa, 12 Mei 2026

DPRD Maluku

Komisi III DPRD Maluku Soroti Proyek 3 Jembatan di SBT, Nilainya Capai Rp. 41 Miliar

Pengawasan itu dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdulah Kelilauw bersama enam anggota komisi lainnya.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
DPRD MALUKU - Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Abdulah Kelilauw. 
Ringkasan Berita:
  • Komisi III DPRD Provinsi Maluku melakukan pengawasan langsung terhadap sejumlah proyek fisik di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Senin (11/5/2026).
  • Diantaranya Jembatan Wai Ambahosi di Kawasan Air Kabur-kabur, Jembatan Bula Air 1 dan 2 di Desa Bula Air.
  • Pengawasan itu dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdulah Kelilauw bersama enam anggota komisi lainnya.

=Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Komisi III DPRD Provinsi Maluku melakukan pengawasan langsung terhadap sejumlah proyek fisik di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Senin (11/5/2026).

Diantaranya Jembatan Wai Ambahosi di Kawasan Air Kabur-kabur, Jembatan Bula Air 1 dan 2 di Desa Bula Air.

Pengawasan itu dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdulah Kelilauw bersama enam anggota komisi lainnya.

“Kita tujuh orang yang datang ke SBT. Pertama terkait dengan pengawasan kegiatan proyek fisik yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur dari beberapa OPD, baik itu dari balai maupun dinas-dinas yang bermitra dengan Komisi III,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawasan difokuskan pada proyek yang ditangani Balai Jalan dan Jembatan, terutama tiga jembatan strategis di SBT.

“Tiga jembatan yang ada di SBT. Satu itu Wai Ambahosi dan kemudian dua di Bula Air. Itu kurang lebih Rp. 41 miliar,” katanya.

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku: dari Ambon ada 3 Kapal ke Pulau Buru dan MBD, Senin 11 Mei 2026

Baca juga: KM Sabuk Nusantara 80 Kembali Berlayar Setelah Docking Tahunan, Berikut Jadwalnya

Menurutnya, pengawasan dilakukan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai prosedur dan target konstruksi yang telah ditetapkan.

Ia menyebut proyek tersebut awalnya ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari sejak 2025 kemarin.

Namun dalam pelaksanaannya, proyek sempat mengalami hambatan akibat persoalan lahan di dua titik pembangunan jembatan.

“Alhamdulillah, lewat pemerintah daerah, Pak Bupati dan Pak Sekda sudah memfasilitasi dan sudah mencari solusi. Dan alhamdulillah pekerjaan sudah bisa jalan,” tandasnya.

Dirinya berharap pembangunan tiga jembatan tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi keterisolasian wilayah di SBT.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved