Harga Pasar
Jelang Lebaran, Permintaan Meningkat, Harga Ayam Potong di Bula Masih Stabil
Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan menjelang
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga ayam potong di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terpantau masih stabil.
Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan menjelang hari raya.
Meski demikian, permintaan dari masyarakat dilaporkan mulai mengalami peningkatan sejak memasuki bulan puasa.
Pantauan TribunAmbon.com di salah satu penjual, Toko Ayam Laris Bula, menunjukkan variasi harga ayam potong berdasarkan beratnya.
Untuk ayam dengan berat 1,2 kilogram dijual seharga Rp. 45 ribu per ekor, sementara berat 1,3 kilogram dibanderol Rp. 44 ribu, dan ayam dengan berat 1,5 kilogram dijual Rp. 43 ribu.
Menariknya, ayam dengan ukuran lebih besar sempat dijual dengan harga tertinggi mencapai Rp. 60 ribu per ekor.
Baca juga: Sampah Menggunung di Pasar Bongkar Bula, Warga Sorot Lemahnya Penanganan Pemda SBT
Baca juga: Skandal Utang Rp.87 Miliar KKT Terbongkar: JRW Sebut Putusan MA Tak Bisa Jadi Dasar Pembayaran
Namun, stok ayam ukuran tersebut kini telah habis akibat tingginya permintaan dari pembeli.
Salah satu karyawan Toko Ayam Laris Bula, Mama Epi, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pembeli sudah mulai terasa selama bulan puasa.
“Kalau dalam bulan puasa ini pasti ada peningkatan pembeli. Kalau hari-hari biasa itu tergantung, misalnya ada acara atau kegiatan tertentu baru ramai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembelian dalam jumlah besar biasanya datang dari pelaku usaha seperti rumah makan hingga kegiatan tertentu di masyarakat.
“Kalau restoran atau acara-acara begitu, mereka bisa beli sampai 10 sampai 20 ekor sekaligus,” jelasnya.
Ia menambahkan, lonjakan pembelian diperkirakan akan terus meningkat mendekati hari raya, sehingga ketersediaan stok menjadi perhatian utama para pedagang.
Masyarakat diimbau untuk berbelanja lebih awal guna menghindari kenaikan harga serta keterbatasan stok yang kerap terjadi saat puncak kebutuhan menjelang hari raya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ayam-kidz.jpg)