Selasa, 14 April 2026

SBT Hari Ini

Sampah Menggunung di Pasar Bongkar Bula, Warga Sorot Lemahnya Penanganan Pemda SBT

Tumpukan sampah menggunung di Pasar Bongkar, Kota Bula, hingga meluber ke jalan dan menimbulkan bau menyengat.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
SAMPAH - Kondisi tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Rabu (18/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tumpukan sampah menggunung di Pasar Bongkar, Kota Bula, hingga meluber ke jalan dan menimbulkan bau menyengat.
  • Kondisi ini dinilai akibat lemahnya pengelolaan sampah, seperti pengangkutan tidak rutin dan minimnya fasilitas.
  • Warga mendesak pemerintah segera mengambil langkah serius agar masalah tidak semakin parah.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Wajah Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali tercoreng akibat persoalan klasik yang tak kunjung terselesaikan: pengelolaan sampah.

Di kawasan Pasar Bongkar, tumpukan sampah terlihat menggunung di pinggir jalan, Rabu (18/3/2026). Limbah plastik, kardus, hingga sisa makanan dibiarkan berserakan tanpa penanganan yang jelas, menciptakan pemandangan kumuh di salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah tidak hanya menumpuk, tetapi juga meluber hingga ke badan jalan. Genangan air kotor yang bercampur limbah memperparah kondisi, menimbulkan bau menyengat yang tercium dari jarak cukup jauh.

Baca juga: Jelang Lebaran, Pedagang di Pasar Gumumae Bula Ungkap Lonjakan Harga Cabai

Baca juga: Jadwal KM Tatamailau 19 Maret - 11 April 2026: Rute Agats, Timika, Dobo, Tual, Ambon

Ironisnya, kawasan ini merupakan jalur yang kerap dilalui warga sekaligus pusat aktivitas jual beli. Namun, kondisi lingkungan justru jauh dari kata layak dan terkesan diabaikan.

“Ini bukan baru terjadi, sudah sering seperti ini. Tapi tidak ada penanganan serius dan tindakan tegas,” ujar Lama (32), salah satu pengendara.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya sistem pengelolaan sampah di daerah. Kurangnya pengangkutan rutin serta minimnya fasilitas tempat pembuangan diduga menjadi penyebab utama persoalan ini terus berulang.

“Ini sudah jelas menunjukkan kalau pengelolaan sampah di daerah ini masih lemah. Angkut sampah tidak rutin, tempat buang sampah juga kurang, jadi masalah begini terus berulang,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata terhadap persoalan ini.

Penanganan yang terstruktur dan berkelanjutan dinilai mendesak agar kawasan tersebut tidak berubah menjadi sumber masalah lingkungan yang lebih besar.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi lebih parah. Harus ada solusi nyata, yang penting ada perhatian serius dari pemerintah,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved