SBT Hari Ini
Akses Vital Warga Terancam, Jembatan Kayu Bula Air–Fattolo Memprihatinkan
Pantauan di lokasi, Minggu (11/1/2026), papan-papan jembatan tampak lapuk dan bergeser, sementara balok penyangga mulai melemah.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Jembatan kayu yang menghubungkan Desa Bula Air dan Desa Fattolo di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali dikeluhkan warga.
- Kondisinya yang rapuh, berlubang, dan nyaris roboh memaksa masyarakat setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi menjalani aktivitas hidup.
- Pantauan di lokasi, Minggu (11/1/2026), papan-papan jembatan tampak lapuk dan bergeser, sementara balok penyangga mulai melemah.
- Beberapa bagian jembatan bahkan hanya disangga kayu tambahan hasil swadaya warga.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Jembatan kayu yang menghubungkan Desa Bula Air dan Desa Fattolo di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali dikeluhkan warga.
Kondisinya yang rapuh, berlubang, dan nyaris roboh memaksa masyarakat setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi menjalani aktivitas hidup.
Pantauan di lokasi, Minggu (11/1/2026), papan-papan jembatan tampak lapuk dan bergeser, sementara balok penyangga mulai melemah.
Beberapa bagian jembatan bahkan hanya disangga kayu tambahan hasil swadaya warga.
Pagar pembatas dari besi tua berkarat terlihat tak lagi berfungsi sebagai pengaman.
“Setiap lewat di sini kami takut. Kayunya sudah goyang, apalagi kalau bawa motor dan muatan. Tapi mau lewat mana lagi? Ini jalan satu-satunya,” ujar Ismail salah satu pengendara kepada TribunAmbon.com.
Baca juga: Pengamat Polri Soroti Polemik Kelulusan SIP Bripka Stevi: Psikotes Tak Lulus, Harusnya Gugur
Baca juga: Pohon Tumbang Hampir Tutup Jalan di Taeno Rumahtiga Ambon
Bagi warga, jembatan tersebut merupakan akses utama menuju sekolah, kebun, pasar, dan fasilitas kesehatan.
Anak-anak sekolah harus melewatinya setiap pagi, sementara petani mengangkut hasil kebun dengan risiko terjatuh ke sungai.
“Kalau hujan turun, jembatan licin. Sudah sering orang hampir jatuh. Kami cuma bisa berdoa supaya jangan sampai ada korban,” lanjutnya.
Ironisnya, kondisi jembatan ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan permanen dari pemerintah.
Warga mengaku hanya mengandalkan perbaikan seadanya secara gotong royong, meski hasilnya tak mampu bertahan lama.
“Kami sudah sampaikan keluhan ke pemerintah desa dan kecamatan. Katanya diusulkan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi," sesalnya.
Tak hanya mengancam keselamatan, jembatan rapuh ini juga disebut menghambat roda ekonomi warga.
“Kalau jembatan bagus, warga bisa bawa hasil kebun lebih banyak. Sekarang ini warga takut kalau mau lewat," tandasnya.
Warga berharap pemerintah setempat dapat menjawab keluhan mereka, agar segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut.
“Kami tidak minta yang mewah, cukup jembatan yang aman supaya warga tidak takut kalau lewat sini, warga bisa nyaman," tutupnya.(*)
| Olimpiade Bintang Sekolah 2026, Bupati Fachri: Kalahkan Rasa Takut, Itu Kemenangan Sejati |
|
|---|
| Peserta Melonjak Tajam, Olimpiade Bintang Sekolah SBT Diikuti 633 Siswa dari 61 Sekolah |
|
|---|
| Baru Berjalan 30 Menit, Puluhan Interupsi Dilayangkan Peserta Musda ke-X Golkar Malteng |
|
|---|
| Steering Committee Soroti Dugaan Intervensi di Musda Golkar SBT, Akui Sering Diintimidasi |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rp20 Juta Ditolak Kades, Warga Negeri Hote Terancam Gagal Dapat Program Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ddrhbdh.jpg)