Jumat, 24 April 2026

SBT Hari Ini

Fachri Alkatiri Temui Fadli Zon, Dorong Program Rumah Adat di SBT

Fachri Husni Alkatiri bertemu Fadli Zon untuk memperjuangkan program revitalisasi rumah adat di SBT.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Humas Pemkab SBT
PEMKAB SBT - Bupati Fachri Husni Alkatiri (kiri) bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kanan) di Jakarta, Kamis (16/4/2026), dalam rangka membahas program revitalisasi rumah guna melestarikan budaya daerah di Kabupaten Seram Bagian Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Fachri Husni Alkatiri bertemu Fadli Zon untuk memperjuangkan program revitalisasi rumah adat di SBT.
  • Program ini bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas dan sejarah masyarakat.
  • Pemerintah pusat menyambut positif usulan tersebut, termasuk rencana pembangunan sanggar seni bagi generasi muda.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, gencar memperjuangkan program Pemerintah Pusat (Pempus) hingga kini, Jumat (24/4/2026).

Salah satunya dengan mendatangi secara langsung Mentri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) guna memperjuangkan program Revitalisasi Rumah Adat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fachri diterima langsung oleh Fadli Zon selalu Menteri Kebudayaan RI.

Baca juga: Biodiesel B50 dalam Kerangka Ketahanan Energi dan Pangan

Baca juga: Sinergi Terangi Negeri: PLN dan Kementerian ESDM Nyalakan Bantuan Listrik di Desa Saleman

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan tim yang sebelumnya diutus Pemkab SBT ke Jakarta untuk mempersiapkan serta menyampaikan proposal pembangunan fasilitas budaya tersebut.

Bupati Fachri menjelaskan, pembangunan rumah adat merupakan bagian penting dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat di Kabupaten SBT.

Ia menegaskan, keberadaan rumah adat tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk menghidupkan kembali kejayaan masa lampau di negeri-negeri adat yang ada di SBT.

“Di Pulau Seram itu kabupaten induknya Maluku Tengah. Sekitar 20 tahun lalu kemudian dimekarkan menjadi dua kabupaten baru, yakni Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, secara geografis SBT merupakan wilayah di Provinsi Maluku yang paling dekat dengan Papua, sehingga memiliki keragaman budaya yang sangat khas dan perlu dijaga.

Menurut Fachri, dalam pertemuan tersebut pihaknya telah membahas banyak hal terkait adat dan budaya di SBT bersama Menteri Kebudayaan.

“Kesimpulannya, semua hal positif terkait budaya yang masih ada di daerah kami harus dilestarikan. Salah satu cara konkret adalah melalui pembangunan rumah adat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, program pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait revitalisasi rumah adat di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Fachri mengungkapkan bahwa model rumah adat yang direncanakan akan disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing wilayah.

“Modelnya bermacam-macam, ada yang menggunakan kayu, ada juga yang kombinasi bahan lainnya, tergantung kearifan lokal setempat,” katanya.

Selain rumah adat, Pemkab SBT juga mengusulkan pembangunan sanggar seni sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang seni dan budaya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved