Kamis, 23 April 2026

SBT Hari Ini

Steering Committee Soroti Dugaan Intervensi di Musda Golkar SBT, Akui Sering Diintimidasi

Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media di Bula, usai sidang Musda yang berlangsung panas, Selasa (21/4/2026) sore.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
MUSDA GOLKAR - Suasan pembukaan Musda ke-5 Golkar, DPD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Gedung Serbaguna Kesehatan, Kota Bula, Senin (20/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Hafas Kelrey, mengungkap adanya dugaan intervensi dalam pelaksanaan Musda.
  • Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media di Bula, usai sidang Musda yang berlangsung panas, Selasa (21/4/2026) sore.
  • Hafas mengaku kerap menerima telepon dari pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi jalannya steering committee.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Hafas Kelrey, mengungkap adanya dugaan intervensi dalam pelaksanaan Musda.

Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media di Bula, usai sidang Musda yang berlangsung panas, Selasa (21/4/2026) sore.

Hafas mengaku kerap menerima telepon dari pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi jalannya steering committee.

Ia bahkan menyebut adanya tekanan yang ia rasakan selama proses berlangsung.

“Saya selaku ketua steering committee sering ditelepon, bukan ancam, tapi sering intimidasi untuk mengatur jalannya sidang,” ungkapnya.

Menurut Hafas, intervensi tersebut berpotensi merusak independensi panitia dan jalannya Musda secara keseluruhan.

Ia pun meminta kepada pimpinan wilayah Partai Golkar agar memperhatikan persoalan ini secara serius.

Baca juga: Ketua SC Musda V Golkar SBT Kecewa, Tuding Pimpinan Sidang Tak Netral dan Abaikan Hasil Verfak

Baca juga: 3 Tahun BBM Subsidi Kosong di Kobi, Komisi II DPRD Malteng Baru Tahu Usai Demo Warga

Tak hanya itu, Hafas juga secara tegas meminta agar pihak yang disebutnya melakukan intervensi tidak lagi dilibatkan dalam agenda partai di SBT.

“Tolong, kalau ada hajatan partai di SBT, jangan dihadirkan lagi,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pihak luar tersebut bukan merupakan kader murni Partai Golkar di Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Saya kader Golkar murni di kabupaten ini, jadi kami minta hal-hal seperti ini diperhatikan,” ujarnya.

Hafas menegaskan bahwa kader Golkar di SBT menginginkan proses yang adil dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Ia berharap pimpinan partai di tingkat wilayah hingga pusat dapat mengambil langkah tegas.

Selain itu, Hafas juga menyoroti situasi Musda yang sempat diskors akibat dinamika dalam sidang.

Namun terkait kelanjutan sidang tersebut, ia mengaku belum mendapatkan kepastian.

“Kalau untuk tindak lanjut sidang, saya juga belum tahu,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Hafas kembali menegaskan harapannya agar ada evaluasi menyeluruh demi menjaga keutuhan Partai Golkar di daerah.

“Kami hanya ingin Golkar tetap rukun dan tidak rusak karena hal-hal seperti ini,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved