Senin, 18 Mei 2026

SBT Hari Ini

Bangunan Ruko di Pasar Rakyat Kota Bula Terbengkalai, Warga Minta Pemerintah Lakukan Penataan Ulang

Pantauan TribunAmbon.com pada Jumat banyak ruko terlihat kosong dan ditinggalkan, dengan rumput liar yang menjalar hingga ke bagian dinding bangun.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
PASAR BULA - Bangunan ruko di kawasan Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tampak mulai terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar, Jumat (28/11/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah bangunan ruko di kawasan Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tampak mulai terbengkalai. 

Pantauan TribunAmbon.com pada Jumat (28/11/2025), banyak ruko terlihat kosong dan ditinggalkan, dengan rumput liar yang menjalar hingga ke bagian dinding bangunan.

Bangunan ruko yang awalnya dibangun untuk menunjang aktivitas perdagangan ini kini tampak tidak terawat. 

Baca juga: Miris! Jalan Utama Desa Kumber - Pulau Banda Besar Rusak Parah, Warga KKB Malu Disorot Wisatawan

Baca juga: Tangga JPO di Depan MCM Berkarat dan Berlubang, Warga Khawatir Keselamatan Saat Melintas

Pintu-pintu ruko tertutup rapat, sebagian kusam dan mulai lapuk, memperlihatkan tanda-tanda kurangnya perawatan dalam waktu yang cukup lama.

Rumput liar yang tumbuh tinggi mengelilingi area bangunan menambah kesan kumuh dan terbengkalai. 

Beberapa bagian dinding juga tampak mulai mengelupas akibat terpapar cuaca tanpa adanya perbaikan.

Meski sebagian besar ruko tidak berfungsi, terdapat beberapa bangunan serupa di kawasan yang kini ditempati warga sebagai hunian sementara. 

Beberapa pedagang kecil juga terlihat memanfaatkan deretan ruko itu untuk berjualan meski kondisi sekitarnya tak lagi layak.

Mereka menilai bangunan ruko yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kini justru dibiarkan kosong tanpa pemanfaatan yang jelas.

“Kondisinya sudah lama begini. Banyak yang kosong dan tidak terurus, sayang sekali bangunan sebesar ini dibiarkan begitu saja,” ujar Sumiyati Rumaday salah satu sopir pedagang.

Para pedagang juga mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas perdagangan. 

Menurut mereka, penataan pasar yang tidak tuntas membuat sebagian ruko tidak diminati pedagang, sehingga akhirnya menjadi kosong tak terpakai.

“Pedagang lebih pilih berjualan di luar karena arus pembeli lebih ramai. Ruko-ruko ini tidak strate, akhirnya tidak ditempati,” lanjutnya.

Pedagang berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap penataan pasar sekaligus memaksimalkan fungsi ruko yang ada. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved