Sabtu, 18 April 2026

SBT Hari Ini

Warga SBT Geruduk Polres, Tagih Kepastian Kasus Pembacokan Mahasiswa di Ambon

Perwakilan warga, Jubedi Mahad meminta Kapolres SBT memberikan atensi serius dan mendesak Kapolda Maluku mengerahkan seluruh kekuatan di Kasus Ini.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
DEMO POLRES- Puluhan warga SBT geruduk Mapolres demi meminta ketegasan aparat dalam mengusut kasus pembacokan mahasiswa SBT di Ambon. Kamis (27/11/2025) 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga SBT mendatangi Mapolres SBT untuk memprotes lambannya penanganan kasus pembacokan mahasiswa UIN Ambon.
  • Warga, melalui Jubedi Mahad, mendesak Kapolres dan Kapolda Maluku segera menangkap pelaku
  • Demonstran juga menuntut transparansi dan mengancam aksi serupa akan terus dilakukan jika tidak ada perkembangan berarti.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Puluhan warga di Kota Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendatangi Mapolres SBT, Kamis (27/11/2025).

Kedatangan mereka sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus pembacokan terhadap mahasiswa UIN Ambon asal SBT, Gzi Rumain, yang dibacok Orang Tidak Dikenal (OTK) beberapa waktu lalu.

Aksi yang berlangsung tertib itu menyuarakan aspirasi terkait lambannya penanganan kasus yang terjadi di Lorong Putri, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut.

Baca juga: Banda Resmi Masuk KSPN, Bupati Malteng Minta Dukungan Mendagri dan Gubernur

Baca juga: Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira Tarik Perhatian Mendagri Lewat Proyek Pengolah Limbah Plastik

Salah satu perwakilan warga, Jubedi Mahad menyampaikan tuntutannya secara langsung di depan Mapolres. 

Ia meminta Kapolres SBT memberikan atensi serius dan mendesak Kapolda Maluku mengerahkan seluruh kekuatan intelijen untuk memburu pelaku pembacokan.

"Kapolres Seram Bagian Timur segera mendesak, memberikan ultimatum kepada Kapolda Maouku untuk segera, dengan kekuatan infrastruktur intelijen di seluruh wilayah Polda Maluku, agar segera menangkap pelaku pembacokan," ujarnya. 

Warga menilai lambannya penanganan aparat terhadap kasus pembacokan menimbulkan keresahan besar.

"Anak-anak kami yang kuliah di Ambon kini resah. Ini soal keselamatan," lanjutnya. 

Hingga kini, warga masih menanti perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian. 

Mereka berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku ditangkap demi memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya mahasiswa asal SBT yang sedang menempuh pendidikan di Kota Ambon.

Warga juga menegaskan bahwa aksi serupa akan terus dilakukan jika proses penanganan tidak menunjukkan perkembangan berarti. 

Mereka meminta kepolisian bersikap transparan dan bekerja cepat menyelesaikan kasus yang telah menyita perhatian publik tersebut.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved