Minggu, 19 April 2026

Banda Heritage Festival

Banda Resmi Masuk KSPN, Bupati Malteng Minta Dukungan Mendagri dan Gubernur

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, ia menyampaikan bahwa Banda telah ditetapkan sebagai Kawasan Pariwisata Strategi Nasional.

TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
KEPULAUAN BANDA - Potret Kepulauan Banda dari Benteng Belgica di Kecamatan Banda, Maluku Tengah, Rabu (26/11/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Perhelatan Banda Heritage Festival 2025 dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, juga Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa., Rabu (26/11/2025) malam.

‎Melalui ucapan selamat datang oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, ia menyampaikan bahwa Banda telah ditetapkan sebagai Kawasan Pariwisata Strategis Nasional. 

Baca juga: Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira Tarik Perhatian Mendagri Lewat Proyek Pengolah Limbah Plastik

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Biologi Uniqbu Aksi Protes Tuntut Pemberhentian Seorang Dosen

‎Olehnya itu pada momen opening ceremony, ia meminta dukungan Mendagri juga Gubernur tuk upaya percepatan pengembangan kawasan.

‎"Untuk itu, kami memohon dukungan Bapak Menteri Dalam Negeri, Bapak Gubernur Maluku dan kementerian terkait dalam upaya percepatannya," imbuh Zulkarnain.

‎Kata Zulkarnain, diakuinya Banda sebagai Kawasan Pariwisata Strategis Nasional menegaskan bahwa Banda memiliki nilai sejarah, budaya, dan alam yang penting, tidak hanya bagi Indonesia tetapi bagi dunia. 

‎Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus mendorong Banda ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional agar tata ruang, pelestarian warisan budaya, dan pengembangan ekonominya dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.

‎Bupati menyatakan, Banda adalah jejak sejarah bangsa Indonesia dan dunia.

‎Baginya, jejak-jejak sejarah berasal dari Banda. Keharuman cengkih dan pala Banda menjadi magnet yang menarik bangsa-bangsa Eropa datang ke Indonesia dan membuka sejarah panjang perdagangan rempah dunia. 

‎"Tak berlebihan bila dikatakan bahwa Banda adalah poros awal peradaban Nusantara dalam peta global. Banda juga ibarat miniatur kota-kota tua Eropa di kawasan tropis," ujar Bupati yang akrab disapa Bang Ozan itu.

‎Selain sejarahnya, Banda adalah nafas budaya yang kaya, dengan tradisi, musik, tarian, kuliner, serta kearifan lokal yang masih hidup sampai hari ini. 

‎Dan yang tidak kalah memukau, Banda adalah pesona alam yang mendunia.

‎Bupati menyebut, festival yang mengusung tema, 'Nafas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam' itu  berlangsung selama empat hari, 26-29 November 2025, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang tidak hanya terpusat di Banda Neira, tetapi juga dilaksanakan di Banda Besar dan Pulau Gunung Api.

‎"Sebagai upaya memperkenalkan Banda secara utuh dari darat hingga laut, dari budaya hingga alamnya, sebagai satu kesatuan mahakarya sejarah dan identitas bangsa," cetus Bupati.



‎Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menyampaikan, festival ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi momentum meletakkan Banda kembali ke peta dunia sebagai pusat sejarah, budaya, dan keindahan alam Nusantara. 

‎Zulkarnain juga mengutip pesan Sutan Sjahrir, “Jangan mati sebelum ke Banda.” 

‎"Maka melalui festival ini, mari kita undang dunia untuk melihat Banda, sebuah halaman depan dari cerita besar bangsa Indonesia," jelas Zulkarnain. (*)


Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved