Minggu, 10 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira Tarik Perhatian Mendagri Lewat Proyek Pengolah Limbah Plastik

‎Proyek pengolah limbah, insenerator sampah plastik oleh Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira itu merebut perhatian Tito dan istri.

Tayang: | Diperbarui:
TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
MEMBERI PENJELASAN - Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira saat memberi penjelasan proyek insenerator kepada Mendagri dan istri di stand UMKM Instana Mini, Banda, Rabu (26/11/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Di sela-sela kunjungan UMKM pada event Banda Heritage Festival, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan istri, Tri Suswati., berkesempatan menyambangi stand UMKM milik Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira. 

‎Proyek pengolah limbah, insenerator sampah plastik oleh Mahasiswa KKN Universitas Banda Neira itu merebut perhatian Tito dan istri, sebelum opening ceremony, Rabu (26/11/2025) malam.
Baca juga: Sikapi Bentrok Pemuda di Ambon, Influencer Eten Depay Serukan Stop Tawuran

Baca juga: Didukung Mendagri dan Gubernur, Jais Ely Dorong Banda Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional

‎Saking penasaran, sang istri yang juga Ketua TP PKK Pusat bahkan sempat bertanya apakah insenerator tersebut bisa mengatasi pengolahan sampah di Kepulauan Banda.

‎Dengan cekatan, Riska Wati Ramalan salah seorang mahasiswa menjabarkan cara kerja insenerator.

‎Dijelaskan bahwa pembakaran sampah pada insenerator tidak bakal menimbulkan polusi asap namun hanya menghasilkan tekanan uap panas. 

‎Ia menyebut, sampah plastik yang tidak bisa terdaur ulang di alam, bakal dimasukan dalam mesin insenerator.

‎"Jadi ini ide protek tentang (penanganan) sampah, sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang akan diarahkan kesini menjadi tempat pembuangan akhir, seperti contohnya sampah plastik," ujar Riska.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Biologi Uniqbu Aksi Protes Tuntut Pemberhentian Seorang Dosen

Baca juga: Wajah Baru Underpass Sudirman, Mural Bertemakan Remah dan Alat Musik dari Maluku

‎Sampah yang dibakar akan meleleh dan asap yang dihasilkan akan berubah menjadi uap panas.

‎Ia dan timnya berharap agar pameran proyek insenerator tersebut dapat menjadi solusi untuk penanganan sampah di tiap-tiap desa atau negeri di Kepulauan Banda.

‎"Tujuan kami melakukan pameran ini untuk mencari insenarator-nya dan akan diuji coba setelah dari pameran ini.
‎Harapannya semoga masyarakat dapat menjadi panutan bahwa setiap-setiap desa membutuhkan ini untuk pembuangan akhir agar sampah bekas pakai lebih terorganisir," pungkas Riskan.

‎Untuk diketahui, pengolahan sampah di Kepulauan Banda masih menjadi pekerjaan rumah yang tak berkesudahan.

‎Pasalnya, masyarakat Banda belum memiliki tempat pengolahan sampah yang padu.

‎Akhirnya, masyarakat Banda cenderung membuang sampah rumah tangga baik organik maupun non organik ke laut. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved