Ambon Hari Ini
Sikapi Bentrok Pemuda di Ambon, Influencer Eten Depay Serukan Stop Tawuran
Bentrok yang pertama kali terjadi pada Rabu dini hari (26/11/2025), dilaporkan kembali berlanjut pada Kamis (27/11/2025)
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Suasana keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Ambon kembali tercoreng menyusul aksi bentrok antar kelompok pemuda yang pecah di kawasan strategis seputaran Pertigaan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) AM Sangadji hingga Jembatan Jodoh, Desa Batu Berah, Kecamatan Sirimau.
Bentrok yang pertama kali terjadi pada Rabu dini hari (26/11/2025), dilaporkan kembali berlanjut pada Kamis (27/11/2025), meski sempat dibubarkan aparat kepolisian.
Insiden ini menimbulkan kerugian materiil, bahkan dilaporkan ada pangkalan ojek dan warung yang terbakar, serta menyebabkan kekhawatiran meluas di kalangan warga.
Aksi saling serang antara dua kelompok pemuda ini telah menjadi perhatian serius aparat keamanan.
Pada Rabu dini hari, polisi telah melakukan upaya pencegahan dan pembubaran dengan mengerahkan tim Respon Time.
Baca juga: DPRD SBT Keluarkan Maklumat, Kutuk Kekerasan terhadap Warganya di Ambon
Baca juga: Lampu Jalan Belum Maksimal, Warga Kota Bula Keluhkan Kondisi Jalan Gelap
Upaya ini sempat membuat situasi terkendali, namun eskalasi kembali terjadi keesokan harinya, menunjukkan akar masalah yang belum terselesaikan.
Pihak kepolisian telah berulang kali mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, juga telah mengecam keras tindakan main hakim sendiri dan mendesak Kades, Lurah, serta Raja-Raja untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai upaya preventif.
Di tengah situasi yang memanas, suara damai datang dari dunia digital.
Eten Depay, seorang influencer Ambon yang dikenal luas, dengan lantang mengajak pemuda untuk segera menghentikan aksi tawuran melalui sebuah unggahan video di akun media sosialnya.
Dalam pesannya yang tegas, Eten mengingatkan tentang dampak buruk yang ditimbulkan oleh aksi kekerasan tersebut.
"Stop Tawuran. Tahu tidak apa dampak dari Tawuran? Tawuran tidak ada gunanya, tidak ada dampak positif. Yang ada hanya dampak negatif," ujarnya.
Eten merinci kerugian nyata dari tawuran, antara lain:
- Merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
- Melukai fisik dan menimbulkan trauma psikologis bagi pelaku dan korban.
- Menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan mengganggu Kamtibmas.
- Risiko terjerat hukum dan memakan korban jiwa
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang menusuk nurani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ethen-Damai.jpg)