Hina Bupati SBT
Soal Postingan Hina Bupati SBT, Begini Tanggapan Fachri Husni Alkatiri
Unggahan tersebut diposting oleh akun Facebook bernama “Informasi Seram Bagian Timur” para Rabu (6/5/2026) pukul 23:15 WIT.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, akhirnya menanggapi unggahan bernada penghinaan terhadap dirinya di media sosial.
- Dalam unggahan itu tertulis kalimat "BUPATI SBT FACHRI HUSNI ALKATIRI MACAM ANJING LIAR" dengan latar hitam menggunakan huruf kapital berwarna putih.
- Fachri menilai, unggahan tersebut sudah bukan lagi termasuk kritik, melainkan masuk kategori penghinaan karena menyebut nama lengkap dan jabatannya secara langsung.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, akhirnya menanggapi unggahan bernada penghinaan terhadap dirinya di media sosial.
Unggahan tersebut diposting oleh akun Facebook bernama “Informasi Seram Bagian Timur” para Rabu (6/5/2026) pukul 23:15 WIT.
Dalam unggahan itu tertulis kalimat "BUPATI SBT FACHRI HUSNI ALKATIRI MACAM ANJING LIAR" dengan latar hitam menggunakan huruf kapital berwarna putih.
Fachri menilai, unggahan tersebut sudah bukan lagi termasuk kritik, melainkan masuk kategori penghinaan karena menyebut nama lengkap dan jabatannya secara langsung.
“Ada hal terakhir yang mungkin saya singgung, misalnya seperti penghinaan. Saya tidak menyebutnya kritik, tapi itu sudah masuk dalam kategori penghinaan,” ujarnya saat acara pelantikan IKA PMII Kabupaten SBT, di Aula Pandopo Bupati, Sabtu (9/5/2926) sore.
Baca juga: Pelepasan 528 Siswa SMA Negeri 1 Ambon: “Resonance Echoes” Jadi Simbol Gema Generasi Hebat Maluku
Baca juga: Januari - Maret 2026 Ekspor Maluku Hanya USD 0,11 juta, Turun Tajam 86,52 Persen dari Maret 2025
Meski demikian, Fachri menegaskan dirinya tidak merasa terganggu dengan berbagai serangan di media sosial tersebut.
“Saya secara pribadi tidak ada masalah. Saya serius. Saya tidak terganggu sedikit pun, saya makan tetap enak, saya tidur tetap nyaman,” jelasnya.
Ia mengaku memahami jika masyarakat memberikan reaksi terhadap unggahan tersebut karena budaya masyarakat SBT masih menjunjung tinggi penghormatan kepada pemimpin daerah.
Namun secara pribadi, ia memilih untuk tidak mempermasalahkannya.
Dalam kesempatan itu, Fachri juga mengibaratkan penghinaan di media sosial seperti anak panah yang diarahkan kepada seseorang.
“Orang kalau menyerang kita sama seperti dia memanah. Dia telah mengarahkan panahnya menuju sasaran, yaitu kita,” katanya.
Namun menurutnya, serangan tersebut tidak akan berdampak apabila isi tuduhan yang disampaikan tidak benar.
“Kalau yang dia tulis itu tidak benar, maka saya tidak akan merasa tersinggung,” lanjutnya.
Fachri kemudian mengibaratkan penghinaan tersebut seperti panah yang meleset dari sasaran.
“Jadi saya anggap seperti busur panah yang tidak mengenai sasaran,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Fachri-tanggap-hina.jpg)