Ambon Hari Ini
Sampah Menumpuk di Kawasan Gunung Malintang, Warga Protes dan Blokade Jalan
Aksi ini dilakukan sejak satu jam yang lalu ini menyoal tumpukan sampah di badan jalan yang sudah menjadi keresahan warga.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Masyarakat RT 04/RW 20 kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menggelar aksi pemalangan jalan.
- Aksi ini dilakukan sejak satu jam yang lalu ini menyoal tumpukan sampah di badan jalan yang sudah menjadi keresahan warga.
- Akibatnya pengendara roda dua maupun roda empat tidak melewati ruas jalan ini dan harus memutar balik arah.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Masyarakat RT 04/RW 20 kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menggelar aksi pemalangan jalan.
Aksi ini dilakukan sejak satu jam yang lalu ini menyoal tumpukan sampah di badan jalan yang sudah menjadi keresahan warga.
Akibatnya pengendara roda dua maupun roda empat tidak melewati ruas jalan ini dan harus memutar balik arah.
Baca juga: Harga ikan di Pasar Maren Tual Variatif, Momar Rp20 ribu per 4 Ekor
Baca juga: 10 Tahun Jembatan Merah Putih, Simbol Kemajuan yang Tak Pernah Sepi Cerita
Pantauan Tribun Ambon.com, Sabtu (4/4/2026) siang, terlihat sebagian warga berdiri di sekitar area tumpukan sampah.
Sampah ini terlihat telah meluber hingga ke area jalan.
Padahal kawasan ini bukanlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Sehingga tidak ada aktifitas pengangkutan oleh mobil sampah.
Mirisnya pembatas berupa senk yang tertutup kini ambruk dan area sampah menjadi terbuka.
Terlihat juga dilokasi hadir unsur pimpinan Negeri dari Hative Kecil dan Batu Merah.
Selain itu, pihak Pemerintah Kota Ambon dan kepolisian telah memenuhi area untuk mengamankan situasi.
Salah seorang warga, Nur, mengatakan aksi ini dilakukan setelah sebelumnya nampak seorang pemuda yang berhenti dan meletakan sampahnya di area badan jalan.
Kejadian itu kebetulan dilihat masyarakat, hal itu menjadi pemicu kemarahan mereka.
"Tadi beta ada kasih bersih, tiba-tiba ada anak satu dia datang dia taruh sampah disini, katong marah,"
Dia juga menuturkan situasi ini sudah bertahun-tahun yang lalu, namun kesadaran masyarakat yang masih rendah, sehingga kembali terjadi penumpukan.
Kondisi tempat sampah ini sebelumnya berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Negeri berupa spanduk himbuan tertulis.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, membenarkan bahwa lokasi ini bukanlah tempat sampah.
Sehingga untuk aktivitas pengangkutan sampah dengan truk tidak dapat dilakukan.
"Kalau itu TPS Pemkot lalu kami tidak bersihkan boleh, tapi sudah jelas itu bukan TPS. Jadi kesadaran masyarakat yang perlu di perhatikan," ujarnya saat di konfirmasi Tribun Ambon.com.
Gaspersz juga menegaskan pihaknya tidak ada menutup diri terkait situasi ini.
"Tapi kita tidak tutup mata. Tim sedang dkerahkan ke lokasi," tambahnya.
Hingga saat ini masyarakat masih memenuhi area ini dan tumpukan sampah belum di bersihkan. (*)
| Sengketa Kepala Dati Nasela Memanas, Raja Hitumessing dan Camat Leihitu Digugat ke PTUN Ambon |
|
|---|
| 30 Calon Taruna-taruni Akpol Masuk Seleksi CAT dan PMK, Libatkan Pengawas Internal dan Eksternal |
|
|---|
| Tinjau Lokasi Longsor di BTN Gadihu, Wali Kota Sebut Pembangunan Tidak Penuhi Aspek Teknis |
|
|---|
| Longsor di BTN Gadihu, Kota Ambon, 1 Rumah Ambruk dan 9 Rusak, BPBD Bangun Tenda Darurat |
|
|---|
| PDI Perjuangan Bakal Gelar Turnamen Antar Kampung Soekarno Cup Maluku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/grge-sampah.jpg)