Rabu, 29 April 2026

Ambon Hari Ini

10 Tahun Jembatan Merah Putih, Simbol Kemajuan yang Tak Pernah Sepi Cerita

Lebih dari itu, jembatan yang diresmikan Joko Widodo pada 4 April 2016 ini sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Ambon.

TribunAmbon.com
JMP - Satu dekade Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (4/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dengan panjang 1,140 kilometer dan lebar 22,5 meter, JMP termasuk salah satu jembatan terpanjang di Indonesia. 
  • Bentangnya terbagi jadi tiga bagian, mulai dari sisi Poka, Galala, hingga bagian utama di tengah Teluk Ambon.
  • Tapi bukan cuma soal fungsi. Dari atas jembatan, pemandangan Teluk Ambon memang tiada lawan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Genap satu dekade berdiri, Jembatan Merah Putih (JMP) bukan lagi sekadar jembatan penghubung antara Desa Galala dan Poka. 

Lebih dari itu, jembatan yang diresmikan Joko Widodo pada 4 April 2016 ini sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Ambon.

Kalau dulu orang harus memutar cukup jauh atau bahkan menyeberang pakai perahu, sekarang semuanya jadi lebih gampang.

Waktu tempuh dari pusat kota ke Bandara Pattimura yang dulu bisa sampai satu jam, kini tinggal sekitar 20 menit saja. Praktis, cepat, dan jauh lebih efisien.

Dengan panjang 1,140 kilometer dan lebar 22,5 meter, JMP termasuk salah satu jembatan terpanjang di Indonesia. 

Bentangnya terbagi jadi tiga bagian, mulai dari sisi Poka, Galala, hingga bagian utama di tengah Teluk Ambon.

Tapi bukan cuma soal fungsi. Dari atas jembatan, pemandangan Teluk Ambon memang tiada lawan. 

Apalagi saat sore hari, ketika matahari mulai terbenam, langit berubah warna dan laut terlihat tenang.

Momen ini sering dimanfaatkan warga untuk sekadar menikmati suasana atau mengabadikan foto.

Baca juga: Miris! Udara Sejuk di Jl Un Pantai Kota Tual Tercemar Bau Busuk Sampah

Baca juga: Berbagai Komoditas di Maluku Meningkat per Maret 2026, Inflasi Pertahun 3,40 Persen

Tak heran, JMP sering jadi tempat favorit, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. 

Bahkan saat momen pergantian tahun, kawasan ini selalu ramai.

Meski begitu, sebenarnya aktivitas pejalan kaki di atas jembatan tetap tidak diperbolehkan demi alasan keselamatan.

Bagi mahasiswa Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon, kehadiran JMP benar-benar terasa manfaatnya. 

Akses ke kampus di kawasan Poka jadi jauh lebih cepat tanpa harus memutar lewat Baguala seperti dulu.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved