Selasa, 19 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Tak Ditemui Abdullah Vanath, Ricuh Warnai Aksi Demonstrasi GMKI Ambon di Kantor Gubernur Maluku

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (18/5/2026), terlihat saling dorong mendorong antara masa aksi dengan satuan polisi pamong praja (Satpol-PP).

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda
AKSI DEMONSTRASI- Tampak masa aksi melakukan aksi demonstrasi dan terjadi kericuhan antara kader GMKI dengan Satpol-PP dan aparat kepolisian di kantor Gubernur Maluku, Senin (18/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Ricuh warnai aksi demonstrasi dari kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon, di depan kantor Gubernur Maluku. 
  • Aksi ini berlangsung dari pukul 13.00 WIT dan berlangsung sekitar tiga jam lebih.
  • Ricuh dipicu akibat ketidakhadiran unsur pimpinan Pemerintahan Provinsi Maluku yakni Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, untuk menemui masa aksi. 
  • Akibatnya bentrok terjadi selama dua kali yang dilerai oleh aparat kepolisian. 

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Ricuh warnai aksi demonstrasi dari kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon, di depan kantor Gubernur Maluku. 

Aksi ini berlangsung dari pukul 13.00 WIT dan berlangsung sekitar tiga jam lebih. 

Ricuh dipicu akibat ketidakhadiran unsur pimpinan Pemerintahan Provinsi Maluku yakni Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, untuk menemui masa aksi. 

Akibatnya bentrok terjadi selama dua kali yang dilerai oleh aparat kepolisian. 

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (18/5/2026), terlihat saling dorong mendorong antara masa aksi dengan satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) dan aparat kepolisian. 

Padahal sebelumnya, perwakilan Satpol-PP telah melakukan koordinasi untuk pertemuan dengan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath dengan waktu 15 menit, namun tak kunjung ditemui. 

Hal ini yang menyebabkan mereka marah dan ingin masuk menemui sendiri Wagub Maluku. 

Koordinator lapangan (Korlap) Douglas Kodah, ia mengatakan tindakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan masa aksi kepada pemerintah daerah. 

"Ada proses manipulasi atau parlente dari pihak pemerintah provinsi Maluku dan negosiator yang menjembatani untuk bernegosiasi antara GMKI cabang Ambon dengan wakil gubernur Maluku," tegasnya. 

Baca juga: Sebut Mario Tak Terima Uang, Sekkot Bayar Jasa Pengacara Bodewin Wattimena Bukan Pakai Dana Pemkot

Baca juga: Desa Bula Dapat 94 Kuota BSPS 2026, Pj Kades: Prioritas untuk Warga Desil 1 hingga 4

Ia menjelaskan masa aksi tak kunjung ditemui oleh Wagub Maluku dengan tiga alasan yang berbeda. Hal ini membuat mereka merasa di bohongi. 

"Karena tidak kunjung ditemui akhirnya timbullah kemarahan yang menyebabkan ricuh sebanyak dua kali," ujarnya. 

Tiga alasan yang dilontarkan seperti, masa aksi melakukan orasi dan akan di panggil namun hingga aksi berlangsung selama tiga jam, tak ada pertemuan. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved